MTU News
Beranda Daerah Letkol Kav Ronald Tampubolon: Pemimpin Inovatif dari Tapal Batas

Letkol Kav Ronald Tampubolon: Pemimpin Inovatif dari Tapal Batas

Foto: Letkol Kav Ronald Tampubolon, S.H.,

TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Letkol Kav Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., lahir di Biak, 5 Juli 1984. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan di TK Tugama Medan (1989), SD Santo Lukas II Jakarta (1996), SLTP Santa Maria Della Strada Jakarta (1999), dan SMU Taruna Nusantara Magelang (2002). Ia kemudian meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Mayjen Sungkono, Mojokerto (2019).

Perjalanan militernya dimulai saat masuk Akademi Militer (Akmil) pada 2005. Setelah lulus, ia menempuh berbagai pendidikan militer penting, antara lain Sesarcab Kavaleri Padalarang (2006), Diklapa I Padalarang (2010), Diklapa II di Korea Selatan (2016), serta Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Korea Selatan (2021).

Karier dan Jabatan

Letkol Ronald memulai karier di TNI AD sebagai Komandan Peleton Tank dan Komandan Kompi di Batalyon Kavaleri 8 Divif 2 Kostrad Pasuruan. Ia kemudian dipercaya menjadi Komandan Kompi Kavaleri Pengintai 1 Divif 1 Kostrad Cijantung, Kepala Seksi Litbang Material Utama di Pussenkav Bandung, Perwira Pembantu Muda Perencanaan Alutsista di Spaban Bindok Sopsad Jakarta, serta Kasi Perencanaan Pendidikan di Rindam Jaya Jakarta.

Sebelum menjabat sebagai Komandan Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata, ia bertugas sebagai Perwira Pembantu Madya bidang Manajemen di Srendam XIII Manado. Saat ini, Letkol Ronald dipercaya menjadi Komandan Yonkav 6/Naga Karimata sekaligus Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Timor Leste Sektor Barat.

Kehidupan Pribadi

Letkol Ronald menikah dengan Ruth Widya Sari pada 2014 dan dikaruniai dua anak: Rafael Raja Tampubolon (2014) dan Robin Namjoon Tampubolon (2021). Istrinya aktif di Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) dan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap pengabdian suami, termasuk dalam hobinya menulis.

Prestasi dan Penugasan Internasional

Dalam kedinasannya, Letkol Ronald meraih berbagai penghargaan, di antaranya:

Ia juga pernah mengikuti berbagai penugasan luar negeri, antara lain di Mongolia (2007, 2019), Kamboja (2010), Thailand (2012), Australia (2012), Filipina (2017), Amerika Serikat (2018), serta Korea Selatan (2015–2017, 2019, 2020–2022).

Inovasi di Tapal Batas

Bagi Letkol Ronald, setiap operasi adalah kehormatan. Dalam kepemimpinannya, Satgas Yonkav 6/Naga Karimata dikenal dengan berbagai inovasi sosial di perbatasan RI–Timor Leste, seperti:

  • Naga Karimata Smart Car, mobil literasi untuk anak-anak

  • Naga Karimata Mobile Water, layanan air bersih keliling

  • Naga Karimata Mobile Medic, pelayanan kesehatan bagi warga terpencil

  • Program Rohami Mama (Borong Hasil Bumi Mama) untuk mendukung pasar tradisional dan ekonomi lokal

Selain itu, Satgas juga berkontribusi dalam pembangunan fisik, seperti rumah layak huni, MCK, fasilitas air bersih, renovasi tempat ibadah, hingga rencana pembangunan jembatan gantung penghubung dua kabupaten yang terputus akibat badai Seroja tahun 2021.

Rekor dan Capaian

Dalam bidang pendidikan karakter, Satgas Yonkav 6 mencetak rekor dengan memberikan literasi bela negara kepada 4.349 pelajar dari 42 sekolah di wilayah perbatasan RI–RDTL. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda di tapal batas juga turut berperan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi Sosial dan Publikasi

Kemampuan komunikasi sosial Letkol Ronald turut membuka kolaborasi lintas sektor. Satgas Yonkav 6 bekerja sama dengan berbagai tokoh publik, artis, dan influencer seperti Bobon Santoso (Kuali Merah Putih), Ndan Bhabin, Kompas TV (Cerita Militer), Mimi Campervan Girl, William (MyTripMyViar), serta sejumlah kreator konten dari Kupang dan Bali.

Mereka bersama Satgas menggelar berbagai kegiatan sosial seperti Jumat Kasih, pembagian sembako, donasi buku, dan makan gratis bagi masyarakat perbatasan.

Komitmen Tanpa Batas

Menjelang akhir masa penugasannya, Letkol Ronald menegaskan bahwa semangat pengabdiannya tidak akan pernah padam.
“Memberi tidak mengurangi,” ujarnya, menjadi semboyan hidup sekaligus filosofi pengabdian bagi seluruh prajurit Satgas Yonkav 6/Naga Karimata.

Ia berharap, setiap prajurit dapat kembali ke pangkuan keluarga dengan selamat, membawa kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. (red-tim/1-2)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan