Peduli Kasih untuk Korban Banjir Bandang Pahae Jae
TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Minggu (29/12/2024) telah mengakibatkan kerusakan masif di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Pasar Sarulla dan desa-desa seperti Tordolok Nauli, Parsaoran Samosir, Parsaoran Nainggolan, Nahornop Marsada, Setia, dan Sukamaju. Bencana ini merusak 161 hektar lahan pertanian dan berdampak pada 674 kepala keluarga (KK).
Menanggapi situasi ini, Anton M. Purba, seorang penggiat sosial di Facebook, memprakarsai gerakan Peduli Kasih Banjir Bandang Luat Pahae. Inisiatif ini mendapat dukungan dari komunitas media sosial, termasuk grup Facebook MTU 1 News, yang secara aktif membantu menggalang donasi. Dana yang terkumpul 100% disalurkan dalam bentuk paket sembako tanpa potongan biaya lainnya.
Bantuan langsung diserahkan oleh Kapolsek Pahae Jae, AKP Hitler Hutagalung, S.H., M.H., bersama Bhabinkamtibmas Polsek Pahae Jae Sarulla. Mereka memastikan seluruh bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan, termasuk 110 KK di Sarulla, dengan dukungan distribusi dari toko kelontong UD Lupa Lelah.

“Para korban tidak perlu tahu dari siapa bantuan itu berasal. Kami percaya bahwa Tuhan akan menolong mereka yang memberi dan menerima. Terima kasih kepada semua donatur atas kepedulian mereka,” ujar Anton M. Purba.
Kerusakan akibat banjir tidak hanya meluluhlantakkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga memaksa para petani menghadapi kenyataan pahit gagal panen. Dengan lahan pertanian yang rusak parah, pemulihan dan pengelolaan kembali diperkirakan akan memakan waktu lama. Hal ini menjadi pukulan berat bagi warga desa yang menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian.
Inisiatif solidaritas seperti ini memberikan secercah harapan bagi para korban, meskipun tantangan besar masih menanti. “Kami harus tetap berusaha meningkatkan pelayanan dan kepedulian untuk membantu masyarakat bangkit kembali,” tambah Anton.
Dukungan dari komunitas lokal dan pihak terkait terus diharapkan agar proses pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (red-win)










