PSI Perorangan, Jokowi: Ide Partai Super Tbk Disambar Kaesang
JAKARTA || MTUNews.com – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menanggapi rencana perubahan nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi PSI Perorangan. Perubahan ini diklaim sebagai langkah PSI untuk menjadi partai yang lebih terbuka dan tidak dimiliki oleh segelintir orang atau keluarga tertentu.
Jokowi menyebut bahwa konsep partai perorangan atau Partai Super Tbk sebenarnya merupakan ide yang pernah ia gagas sebelumnya. Ia sempat menyampaikan konsep ini di hadapan para relawan dan Ketua Umum Projo, Budi Arie, dalam sebuah pertemuan di Jakarta. Namun, kini konsep tersebut justru diadopsi oleh PSI, yang saat ini dipimpin oleh anak bungsunya, Kaesang Pangarep.
“Itu memang ada ide gagasan untuk membuat partai super Tbk yang saya sampaikan juga kepada relawan-relawan, tanggapannya seperti apa terhadap gagasan ini. Ternyata tahu-tahu sudah diambil, sudah diakomodir oleh PSI yang konsepnya hampir-hampir mirip, tetapi dimodifikasi sedikit,” ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya, Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Solo, pada Rabu (5/3).

Konsep Partai Super Tbk
Dalam pertemuan dengan relawan, Jokowi menjelaskan bahwa Partai Super Tbk adalah partai politik yang benar-benar terbuka, di mana seluruh anggota memiliki hak kepemilikan dan bisa berpartisipasi aktif dalam menentukan arah partai. Salah satu ciri khasnya adalah pemilihan ketua umum dilakukan secara demokratis oleh seluruh anggota partai.
“Ya seperti itu, partai yang terbuka, super terbuka. Nanti pemilihan ketuanya juga dilakukan secara terbuka oleh seluruh anggotanya dan itu betul-betul partai milik bersama,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah dirinya tetap akan merealisasikan ide mendirikan Partai Super Tbk, Jokowi tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menilai bahwa jika semua partai politik menerapkan sistem terbuka seperti Tbk, maka demokrasi di Indonesia akan semakin maju.
“Ini kan gagasan, kemudian sudah disambar oleh PSI. Kalau semua partai menjadi Tbk kan bagus. Ya kan bagus partai modern,” katanya.

PSI Perorangan Resmi Diumumkan
Perubahan nama PSI menjadi PSI Perorangan diumumkan secara resmi pada Sabtu (22/2) melalui unggahan di akun Instagram resmi partai, @psi_id. Dalam unggahan tersebut, PSI menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menjadikan PSI sebagai partai milik semua anggota, bukan hanya milik keluarga atau segelintir elite partai.
“Partai Perorangan adalah partai yang dimiliki oleh semua anggota secara perorangan, bukan milik keluarga atau segelintir elite. Partai dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Wujud konkretnya adalah seluruh anggota punya hak memilih ketua umum,” tulis PSI dalam pernyataannya.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, juga menjelaskan bahwa PSI ingin terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sistem ini akan membuat PSI menjadi partai yang benar-benar terbuka, mirip dengan konsep perusahaan terbuka (Tbk) dalam dunia bisnis.
“Melalui sistem ini, PSI akan menjadi partai yang benar-benar terbuka dan milik anggota. Kalau dalam dunia bisnis ada konsep TBK atau terbuka, PSI dalam hal ini akan menjadi partai yang ‘Super TBK’. PSI menjadi partai pertama di Indonesia yang menjalankan sistem one man, one vote dalam memilih ketua umum,” kata Andy Budiman melalui akun Instagram pribadinya, @andy_budiman_.

Dengan perubahan ini, PSI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem politik yang lebih demokratis dan inklusif di Indonesia. Namun, apakah langkah ini akan membawa perubahan signifikan bagi PSI dan sistem kepartaian di Indonesia? Hal ini masih perlu diuji dalam praktik politik ke depan. (red-msitompul)











