Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk memastikan seluruh masyarakat Sumut memiliki akses kesehatan yang merata dan berkualitas. “Kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Dengan komitmen ini, kita memastikan pelayanan kesehatan semakin baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bobby.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga memaparkan sejumlah target pembangunan utama Sumatera Utara hingga 2029, termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dari 5,03% menjadi 6,08%, kenaikan PDRB per kapita dari Rp73,75 juta menjadi Rp115,3 juta, serta penurunan angka kemiskinan dari 7,19% menjadi 2,82%.
Untuk mewujudkan visi “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan,” Bobby merancang enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yakni Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (PROBIS), Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP), Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI), serta Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (PRESTICE).
Selain itu, Bobby menegaskan 17 program prioritas pembangunan, mencakup penguatan pendidikan berbasis industri dan potensi lokal, kesehatan terpadu, pengentasan kemiskinan, ekonomi hijau dan biru, pariwisata berbasis komunitas, serta infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, dan irigasi yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Dengan penandatanganan komitmen UHC 2025 ini, diharapkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Sumut semakin merata, selaras dengan berbagai program pembangunan yang telah dirancang demi kesejahteraan dan kemajuan daerah. (red-win)