MTU News
Beranda Daerah Gagal Start, Sekolah Rakyat Tangsel Tertunda

Gagal Start, Sekolah Rakyat Tangsel Tertunda

Foto: Pekerja konstruksi saat beraktivitas di kawasan sekolah rakyat yang berlokasi di di Gedung BLK, Jalan Kencana I Nomor 20, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (30/7/2025).

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Kota Tangerang Selatan, Banten, yang sedianya mulai beroperasi pada Rabu (30/7/2025) terpaksa ditunda. Lokasi kegiatan yang berada di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Kencana I Nomor 20, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, masih dalam proses renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana, saat dikonfirmasi di Tangerang mengatakan, pembukaan SRMA 33 belum bisa dilaksanakan karena proses renovasi fasilitas utama belum selesai sepenuhnya. “Iya, batal beroperasi Juli ini. Kita masih menunggu kepastian dari Kementerian Sosial,” ujar Dicky, Rabu.

Dicky menjelaskan, pembangunan dan renovasi infrastruktur di seluruh titik pelaksanaan Program Sekolah Rakyat gelombang pertama, termasuk di Banten, sedang ditangani langsung oleh Kementerian PUPR. Koordinasi terkait jadwal penyelesaian pembangunan dan kesiapan operasional terus dilakukan lintas kementerian.

“Hampir semua daerah di gelombang pertama sedang dalam tahap renovasi. Kita belum bisa memastikan kapan sekolah akan dibuka karena masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi sementara, target pengoperasian SRMA 33 Kota Tangsel direncanakan pada awal Agustus 2025, namun tetap bergantung pada kesiapan dan instruksi dari Kemensos. “Rencananya awal Agustus selesai, tapi Kemensos masih melihat kesiapan nasional secara keseluruhan,” kata Dicky.

Meski infrastruktur belum siap, Pemerintah Provinsi Banten telah memverifikasi dan menerima sebanyak 150 calon siswa. Mereka berasal dari berbagai wilayah, yakni 26 anak dari Pandeglang, 19 anak dari Kabupaten Serang, 33 anak dari Kabupaten Tangerang, 20 anak dari Kota Cilegon, 19 anak dari Kota Tangerang, dan 19 anak dari Kota Tangerang Selatan. Saat ini para siswa masih menunggu pemanggilan resmi untuk masuk asrama.

Pantauan di lokasi SRMA 33 menunjukkan renovasi masih berlangsung. Empat gedung utama yang dirancang sebagai fasilitas pendidikan, masing-masing terdiri dari tiga lantai dengan total sekitar 24 kamar per gedung, baru rampung sekitar 80 persen. Pekerja konstruksi masih tampak sibuk menyelesaikan berbagai bagian bangunan yang belum selesai. (red-Jeconiah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan