Kualifikasi Direktur BUMD Air Minum Berbasis Good Governance
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Masyarakat Tapanuli Utara sudah terlalu lama mengeluhkan buruknya pelayanan PDAM Mual Na Tio. Air sering tidak mengalir, kualitas keruh, tagihan tetap tinggi, pipa bocor di banyak titik, hingga minim pemeliharaan. Ungkapan lokal “Mauas ditoru ni sampuran” lahir sebagai simbol ironi: kekeringan di daerah yang sesungguhnya kaya sumber air.
Kini ada momentum baru. Pemerintah Kabupaten Taput sedang merekrut pimpinan PDAM Mual Na Tio melalui mekanisme independen. Proses ini harus dijaga agar menghasilkan sosok profesional, bukan figur titipan politik. Sebab, hanya pemimpin yang kompeten dan berintegritas yang mampu memutus rantai persoalan klasik PDAM.
Direktur PDAM ideal bukan sekadar birokrat, melainkan manajer yang paham bisnis air. Ia harus memiliki sertifikat kompetensi di bidang manajemen air minum, pengalaman teknis maupun manajerial di PDAM atau BUMD, serta penguasaan keuangan perusahaan. Orientasinya jelas: meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seleksi jangan sampai dinodai balas budi politik. Jika kursi direksi hanya diisi orang dekat penguasa, PDAM akan tetap terjebak dalam lingkaran masalah. Harapan masyarakat akan kembali pupus.
Setelah terpilih, direktur baru wajib turun langsung ke lapangan, membangun budaya pelayanan ramah dan cepat, serta mendorong inovasi nyata. Misalnya, penyediaan mobil tangki air dan unit pemadam kebakaran yang bisa membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
PDAM Mual Na Tio harus bangkit. Dengan kepemimpinan profesional, ia bisa menjadi perusahaan daerah yang sehat, kuat, dan benar-benar “mengalir deras” – bukan hanya soal air, tetapi juga dalam integritas, transparansi, dan pelayanan publik. (red-tim)









