Pemkab Samosir dan Bitra Perkuat Kelembagaan PATS Sibonor
SAMOSIR || MTUNews.com – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Bitra Indonesia memperkuat kelembagaan pengelola Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus sebagai upaya memastikan keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur irigasi ramah lingkungan yang telah dibangun melalui Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) dengan dukungan Oxford Policy Management (OPML) Inggris.
Proses pembentukan kelembagaan dibahas dalam pertemuan di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (13/7), yang melibatkan masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dalam program ini, OPML menunjuk Yayasan Bitra Indonesia sebagai mitra pendamping untuk memfasilitasi pembentukan organisasi pengelola PATS agar mampu beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Mewakili Bupati Samosir, Asisten II Hotraja Sitanggang mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Yayasan Bitra Indonesia. Ia menegaskan bahwa kelembagaan yang kuat menjadi kunci agar PATS dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi berkelanjutan.

“Pemkab Samosir menyambut baik pembentukan kelembagaan pengelola PATS. Kami berharap setelah masa pendampingan berakhir, masyarakat mampu mengelola dan memelihara PATS secara mandiri,” ujar Hotraja.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Samosir juga menargetkan pembangunan sedikitnya dua unit PATS setiap tahun sebagai bagian dari pengembangan teknologi pertanian rendah karbon dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Dra. Rusdiana, menjelaskan bahwa pendampingan akan berlangsung selama lima bulan, mencakup pembentukan kelembagaan, penyusunan tata kelola, pelatihan manajemen organisasi, pengelolaan teknis dan keuangan, kepemimpinan, hingga penyusunan mekanisme pembiayaan agar operasional PATS dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembentukan kelembagaan dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk menentukan bentuk organisasi yang paling sesuai, baik melalui koperasi, BUMDes, kelompok tani, maupun model kelembagaan lainnya.

Selain itu, Yayasan Bitra juga menerapkan prinsip Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) dengan mendorong keterlibatan perempuan, generasi muda, dan kelompok rentan dalam proses pengambilan keputusan serta pengelolaan PATS.
Sementara itu, Pembina Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman, mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya sebagai modal utama dalam membangun kelembagaan yang kuat. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan PATS tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kekompakan, transparansi, dan rasa memiliki dari seluruh masyarakat.
Melalui penguatan kelembagaan yang profesional dan berbasis partisipasi masyarakat, Pemkab Samosir berharap PATS Sibonor Ompu Ratus dapat terus berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjadi model pengelolaan infrastruktur berbasis masyarakat yang berkelanjutan. (red-ms)











