MTU News
Beranda Bupati Taput Siapkan 100 Beasiswa Lewat Program Satu Sarjana Satu Keluarga

Taput Siapkan 100 Beasiswa Lewat Program Satu Sarjana Satu Keluarga

Foto: Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi mitra guna mematangkan program “Satu Sarjana dalam Satu Keluarga” di Aula Mini Kantor Bupati Taput, Kamis (23/7/2026). (Foto: Istimewa)

TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan “Satu Sarjana dalam Satu Keluarga”. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kategori Desil 1 hingga Desil 4, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan perguruan tinggi mitra di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (23/7/2026).

Dalam rapat itu, Pemkab Taput mematangkan skema pemberian beasiswa bagi tahap pertama yang akan menyasar 100 mahasiswa. Program ini akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Tapanuli Utara, yakni Universitas Terbuka (UT), IAKN Tarutung, UNITA, serta ULCLA.

Pemkab Taput memilih perguruan tinggi lokal agar mahasiswa dapat menempuh pendidikan lebih dekat dengan keluarga sehingga biaya hidup dapat ditekan. Selain itu, keberadaan kampus di daerah diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Tak hanya memperoleh beasiswa, para mahasiswa juga akan dibina melalui Tapasada Academy, sebuah program pengembangan karakter dan kepemimpinan yang dirancang untuk mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian, UMKM, pariwisata, dan berbagai potensi unggulan daerah.

Dukungan dari perguruan tinggi mitra juga menjadi nilai tambah dalam program ini. Sejumlah kampus menyatakan kesiapan memberikan berbagai keringanan, termasuk pembebasan biaya pembangunan, sehingga beban pendidikan mahasiswa dapat semakin ringan.

Bupati Tapanuli Utara menegaskan, program “Satu Sarjana dalam Satu Keluarga” merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Fokus utama kami adalah menyelamatkan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami ingin melahirkan generasi yang berprestasi, memiliki daya saing, dan bangga membangun kampung halamannya sendiri,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap program ini mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus melahirkan generasi muda yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Informasi mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, serta jadwal seleksi beasiswa akan diumumkan secara resmi melalui Dinas Pendidikan dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Tapanuli Utara. (red-mys)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan