Tiket Rp2.000, Wisata BUMDes Raup Rp5,96 Miliar
KENDAL || MTUNews.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sriwulan Makmur, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berhasil membuktikan bahwa wisata desa berbiaya murah mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah. Melalui pengelolaan objek wisata Kalikesek yang hanya mematok tiket masuk Rp2.000, BUMDes tersebut membukukan pendapatan hingga Rp5,96 miliar sepanjang 2025.
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengatakan konsep wisata murah menjadi kunci utama kesuksesan Kalikesek menarik minat wisatawan. Dengan tiket masuk hanya Rp2.000, pengunjung dapat menikmati aliran sungai yang jernih, terapi ikan, taman, gazebo, hingga panorama pegunungan. Harga makanan dan minuman di kawasan wisata pun sengaja dibuat terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati liburan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Kalikesek bisa viral karena murah meriah. Tiket masuknya hanya Rp2.000. Jajanannya juga murah. Makan pecel sekitar Rp6.000, gorengan Rp1.000, dan es teh Rp4.000. Jadi masyarakat bisa berwisata tanpa harus mengeluarkan banyak biaya,” ujar Sulistyo, Jumat (31/7/2026).

Selain menyuguhkan keindahan alam, Kalikesek juga terus melengkapi berbagai fasilitas penunjang. Kawasan wisata seluas sekitar empat hektare itu kini dilengkapi area parkir, homestay, wahana permainan, dua musala, serta sekitar 40 toilet. Terapi ikan di aliran sungai menjadi salah satu daya tarik favorit pengunjung. Kehadiran objek wisata tersebut juga mendorong tumbuhnya berbagai produk UMKM lokal, mulai dari gula aren, kolang-kaling, gendar pecel hingga bolu tiwul yang kini diproduksi langsung oleh warga Desa Sriwulan.
Direktur BUMDes Sriwulan Makmur, Mukh Aminatur Rokhman, mengungkapkan bahwa Kalikesek menjadi penyumbang pendapatan terbesar BUMDes. Setelah meraih pendapatan sekitar Rp5,96 miliar pada 2025, hingga Juli 2026 pendapatan wisata tersebut telah menembus Rp4 miliar. Sebagian besar pendapatan kembali diinvestasikan untuk pengembangan kawasan wisata, peningkatan fasilitas, serta membiayai operasional dan kesejahteraan tenaga kerja yang gajinya telah setara upah minimum regional (UMR).
Keberhasilan Kalikesek juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Sekitar 300 warga terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari pedagang, pemasok hingga pelaku usaha lainnya, sementara 80–90 orang bekerja langsung di bawah pengelolaan BUMDes. Bahkan, sebagian keuntungan dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk tunjangan hari raya (THR), di mana setiap kepala keluarga menerima Rp1 juta pada Lebaran lalu. Kesuksesan Kalikesek sendiri berawal dari penataan kawasan yang dimulai pada 2022, kemudian berkembang pesat berkat promosi melalui media sosial serta inovasi berkelanjutan, termasuk rencana penambahan wahana, jeep wisata, kereta mini, dan peningkatan kualitas homestay. (red-sjs)










