MTU News
Beranda Internasional Hitung Cepat Pemilu Israel: Oposisi Unggul, Netanyahu Terancam Kalah

Hitung Cepat Pemilu Israel: Oposisi Unggul, Netanyahu Terancam Kalah

Foto: Seorang perempuan memberikan suara dalam Pemilu Israel 2026 di Umm al-Fahm, pada 27 Oktober 2026. (AFP/Ahmad Gharabli)

MTUNews.com, YERUSALEM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan serius setelah hasil hitung cepat atau exit poll Pemilu Israel 2026 menunjukkan blok oposisi unggul tipis. Meski demikian, hasil tersebut belum memastikan siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya.

Berdasarkan proyeksi tiga stasiun televisi utama Israel, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot diperkirakan memperoleh 52 kursi parlemen, sedangkan koalisi Netanyahu meraih 50 kursi. Sementara itu, partai-partai Arab yang tidak berafiliasi dengan kedua kubu diproyeksikan mendapatkan 18 kursi.

Hasil sementara tersebut menjadi kemunduran bagi Netanyahu, yang telah memimpin Israel selama hampir 19 tahun dalam beberapa periode. Koalisi yang sebelumnya menguasai 68 kursi kini diproyeksikan kehilangan sebagian besar dukungan di parlemen.

Namun, keunggulan oposisi belum cukup untuk memastikan pergantian pemerintahan. Dalam sistem parlementer Israel, sebuah koalisi membutuhkan dukungan sedikitnya 61 dari total 120 anggota Knesset untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Persaingan semakin rumit karena terdapat perbedaan proyeksi dari sejumlah media Israel. Channel 14, stasiun televisi yang dikenal mendukung Netanyahu, memperkirakan koalisinya dapat memperoleh 60 kursi. Angka tersebut masih satu kursi di bawah ambang mayoritas.

Direktur Israel Democracy Institute, Yohanan Plesner, menilai hasil sementara tersebut menunjukkan kemunduran besar bagi koalisi Netanyahu. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Eisenkot belum dapat dianggap sebagai pemenang karena belum memiliki dukungan mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Posisi partai-partai Arab diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembentukan koalisi. Dengan proyeksi 18 kursi, kelompok tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan politik. Namun, sikap Eisenkot yang hampir sepenuhnya menutup kemungkinan bekerja sama dengan partai-partai Arab dapat mempersempit peluangnya membentuk pemerintahan.

Di kubu oposisi, Yair Lapid menyebut hasil sementara itu sebagai tanda bahwa masyarakat menginginkan perubahan pemerintahan. Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Yair Golan mengatakan hasil pemilu memberikan tanggung jawab besar kepada oposisi untuk memperkuat demokrasi dan memperjuangkan masa depan Israel.

Gadi Eisenkot sendiri merupakan mantan panglima militer Israel yang memimpin Partai Yashar. Ia pernah bergabung dengan kabinet perang Netanyahu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, tetapi mengundurkan diri delapan bulan kemudian setelah mengkritik kepemimpinan perdana menteri tersebut.

Meski menawarkan perubahan kepemimpinan, Eisenkot tidak mendukung pembentukan negara Palestina dan menyatakan bahwa sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dibubarkan. Karena itu, pergantian pemerintahan belum tentu membawa perubahan mendasar terhadap kebijakan Israel mengenai Palestina.

Pemilu kali ini juga mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir. Angka tersebut meningkat sekitar tujuh poin persentase dibandingkan pemilu 2022.

Penghitungan suara masih berlangsung dan hasil akhir diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Setelah perolehan kursi resmi diketahui, partai-partai akan menghadapi tahap negosiasi untuk membentuk koalisi pemerintahan.

Jika tidak ada kubu yang mampu mengamankan mayoritas, Israel berpotensi kembali menghadapi kebuntuan politik. Dalam situasi tersebut, Netanyahu masih dapat menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk.

Dengan demikian, meskipun hasil hitung cepat menunjukkan posisi koalisi Netanyahu melemah, masa depan kepemimpinan Israel masih bergantung pada hasil resmi pemilu dan kemampuan masing-masing kubu menggalang dukungan di parlemen. (Red-MS)

Sumber Reuters

#PemiluIsrael2026 #BenjaminNetanyahu #GadiEisenkot #PolitikIsrael #Knesset #BeritaInternasional #MTUNews

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan