Hari Kedua Gencatan Senjata, PBB Konfirmasi Lebih Banyak Truk Bantuan Kemanusiaan yang Masuk ke Gaza
Gaza – Enam puluh satu truk terkonfirmasi mengangkut bantuan ke Gaza utara pada hari Sabtu (25/11) waktu setempat. Ini merupakan jumlah terbesar sejak 7 Oktober, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/ UNOCHA).
Pengiriman tersebut termasuk makanan, air, dan persediaan medis darurat. Sebelas ambulans, 3 gerbong truk serta sebuah truk flatbed dikirim ke RS Al Shifa untuk digunakan membantu evakuasi.
Pada hari Sabtu itu juga, 200 truk lainnya diberangkatkan dari Nitzana, dan 187 di antaranya berhasil memasuki Gaza pada pukul 19:00 waktu setempat. Selain itu, 129.000 liter bahan bakar diinformasikan telah menyeberang ke Gaza, demikian menurut kabar dari kantor urusan kemanusiaan PBB, UNOCHA.

UNOCHA juga mengungkapkan bahwa pengiriman bantuan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa peran serta Bulan Sabit Merah (Red Crescent Societies) Palestina dan Mesir, yang sangat menghargai atas aksi bantuan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya bantuan kemanusiaan ini.
“Semakin lama gencatan berlangsung, semakin banyak bantuan yang akan dikirim ke dalam dan ke seluruh Gaza,” kata UNOCHA dalam pernyataan persnya.
Seiring adanya pembebasan lebih banyak sandera yang terjadi pada hari Sabtu tersebut, UNOCHA pun memperbarui seruan agar semua sandera segera dibebaskan tanpa syarat.
“Dan kami berharap pembebasan lebih banyak tahanan Palestina membawa kelegaan bagi keluarga dan orang-orang yang mereka cintai,” tambah pernyataan tersebut.

Jeda kemanusiaan telah berlangsung sejak Jumat pagi dan tim serta mitra PBB telah mampu meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke dalam dan di seluruh Gaza. Pengiriman bantuan ke Gaza ini menandai konvoi bantuan kemanusiaan terbesar ke Gaza sejak meletusnya konflik antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas. (UN/tje)










