Kalahkan Argentina, Mali Rebut Tempat Ketiga
Solo – Gol-gol dari Ibrahim Diarra, Mamadou Doumbia, dan Hamidou Makalou mengantarkan tim nasional Mali merebut tempat ketiga Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Manahan, Jumat (1/12) malam WIB.
Tim muda besutan Soumaïla Coulibaly itu tampil efektif untuk menghentikan Argentina 0-3, meski hasil tersebutbelum melampaui keberhasilan mereka menduduki peringkat kedua pada Piala Dunia U-17 2015 yang berlangsung di Chile.
“Kami bahagia. Kami ingin membawa pulang piala, tetapi medali perunggu ini sangat bagus. Selama pertandingan, kami saling mendukung, dan saya persembahkan kemenangan ini untuk rakyat Mali,” ujar kapten tim, Ibrahim Diarra.

Wakil Afrika itu membuka keunggulan pada menit kesembilan, saat Ibrahim Diarra mendapat operan dari Sekou Kone di tepi kotak penalti. Diarra kemudian melepaskan sepakan datar yang akurat ke sudut gawang Argentina, dan gagal diantisipasi kiper Jeremias Florentin.
Selepas gol pertama tim berjuluk Les Aigles itu mendapat peluang bagus lagi ntuk menggandakan keunggulan. Sayangnya sepakan Kone masih membentur tiang gawang Argentina.
Argentina sendiri sulit mendapat peluang bersih di babak pertama, dan hanya berhasil membalas melalui sepakan Gustavo Albarracin dari dalam kotak penalti, yang masih membentur pemain belakang Mali.
Jelang turun minum petaka bagi Albiceleste muda datang dari sundulan Mamadou Doumbia. Diawali pelanggaran Mariano Gerez di luar kotak penalti, Mali mendapatkan hadiah tendangan bebas. Hamidou Makalou kemudian mengirimkan bola tendangan bebas, yang dapat disundul dengan sempurna oleh Mamadou Doumbia untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Babak kedua baru berlangsung tiga menit, Mali memperbesar keunggulannya menjadi 3-0. Kali ini Makalou yang merubah papan skor ketika mendapat bola dari Ibrahima Diarra, kemudian mengecoh dua pemain bertahan Argentina, Makalou melepaskan sepakan kaki kiri untuk menaklukkan kiper Jeremias Florentin.
Argentina sendiri nampaknya tidak terlalu berambisi dengan perebutan tempat ketiga ini. Terlihat mereka tidak menurunkan beberapa pemain andalan termasuk Claudio Eccheveri di starting XI. Saat turun sebagai pemain pengganti, Eccheveri sempat menumbuhkan harapan Argentina. Pada menit ke-54, pemain muda Argentina itu menari-nari di kotak penalti Mali untuk kemudian melepaskan sepakan yang dapat ditahan kiper Bourama Kone sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut.
“Sebenarnya dia tidak benar-benar berada dalam pikiran dan kondisi yang kuat untuk menjalani pertandingan,” ujar Diego Placente menerangkan tentang kondisi Eccheveri seusai pertandingan. Diketahui pemain andalan Argentina itu sedang berduka setelah mendengar kabar kematian neneknya saat berlaga di ajang Piala Dunia U-17 ini.
“Kemudian, dengan situasi seperti itu, kami tidak ada gol, dan dia masuk dengan semangat sebanyak yang dia bisa lakukan,” ucapnya.

Eccheveri bahkan sempat mencetak satu gol balasan pada menit ke-62, namun gol itu tidak disahkan karena pemain muda River Plate itu sudah lebih dulu offside. Sedangkan Mali memiliki peluang bagus terakhir untuk mendapatkan gol keempatnya saat tendangan bebas Makalou ditahan mistar gawang.
Diego Placente mengakui bahwa timnya bertanding tidak dalam kondisi terbaik mereka.
Pelatih Argentina itu mengungkapkan bahwa anak asuhnya kelelahan setelah menghadapi laga semifinal melawan Jerman pada laga semifinal Selasa (28/11). Menuru Placente pertandingan tersebut memang melelahkan dan sangat menguras tenaga. (*/GHP)













