MTU News
Beranda Headline Terkini Ratusan Guru Honorer Status P di Kota Medan, Minta DiangkatJadi PPPK Tanpa Test di Tahun 2024

Ratusan Guru Honorer Status P di Kota Medan, Minta DiangkatJadi PPPK Tanpa Test di Tahun 2024

Forum Guru Honorer Status P Kota Medan, saat konfrensi pres di Cafe Hitam Putih, Jalan Pasar Baru, Kota Medan, Kamis (4/1/2024).

Medan – Forum Guru Honorer Status P Kota Medan meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution agar mengangkat mereka menjadi guru dengan status PPPK pada tahun 2024 tanpa harus mengikuti tes atau ujian. Hal ini disampaikan oleh ketua Forum Guru Honorer Status P Kota Medan, Merry Hasugian saat konfrensi pers di Cafe Hitam Putih, Jalan Pasar Baru, Kota Medan, Kamis (4/1/2024).

Puluhan guru honorer dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) menyebut alasan pengangkatan tanpa test tersebut karena mereka sudah mengikuti seleksi Observasi pada tahun 2022 dengan hasil yang memuaskan yaitu TP (tidak ada penempatan).

Selain itu, puluhan guru honor ini diketahui sudah mendapat sertifikat CAT Seleksi PPPK Tahun 2023 dengan hasil nilai murni dengan status P (memenuhi nilai ambang batas).

“Maka tidak ada lagi alasan jika kami tidak diangkat menjadi tenaga honor P3K. Kami sudah menjadi guru ada yang diatas 5 tahun dan sampai 18 tahun. Tapi tidak diangkat menjadi P3K, padahal kami sudah tertera lulus dengan memenuhi syarat,” kata Merry.

Merry mengatakan, kami tinggal menunggu penempatan tahun 2023. Namun pemko membuka ujian P3K untuk jalur umum, disitulah kami menjadi tidak lulus.
Forrum Guru Honorer ini mengatakan, ratusan Guru Honorer status P Kota Medan sudah mengajukan permohonan kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar membuka formasi PPPK dalam jumlah yang lebih besar.

“Kami, sebagai Guru Honorer dari Jalur Khusus yang telah berbakti minimal selama 3 Tahun dengan status-P, berharap dapat diangkat menjadi PPPK. Namun, meskipun formasi seharusnya mencapai seribuan, hanya 608 yang dibuka. Hal ini mengakibatkan kami tidak mendapatkan peluang untuk diangkat,” ujarnya.

Merry yang didampingi puluhan guru honorer di kota Medan ini menambahkan, ada sebanyak 300-an guru honor yang tergabung pada Forum Guru Honor Status P yang bernasib sama belum diangkat menjadi tenaga honoerr guru PPPK.

“Kami, 300-an Guru Honorer dari Forum yang telah mengikuti ujian pada November 2023, sangat berharap Wali Kota Medan, M. Bobby Afif Nasution mendukung kebutuhan guru sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi bangsa,” sebutnya.

Selain itu, puluhan perwakilan guru honor status P tersebut juga menyoroti ketidakadilan dalam penggunaan jalur khusus, dimana beberapa guru yang baru berdinas satu setengah tahun hingga 2 tahun dapat menajadi PPPK. Padahal seharusnya jalur tersebut diperuntukkan bagi mereka yang telah berdedikasi minimal di atas 3 tahun.

“Kami menduga ada perubahan data Dapodik yang memungkinkan mereka menggunakan jalur khusus, padahal seharusnya mereka harus melalui jalur umum,” ungkap Agus Sri Hariani, seorang guru kelas di SDN yang telah bertugas 16 tahun sebagai guru.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan