Kalah Fisik, Bafana Bafana Menyerah dari Mali
Korhogo – Tim nasional Mali mengisyaratkan diri kepada para peserta Piala Afrika 2023 di Pantai Gading bahwa mereka adalah salah satu penantang serius kejuaraan. Bermain di Stade Amadou Gon Coulibaly, The Eagles menyudahi perlawanan salah satu Tim kuat Afrika Selatan 2-0 dalam pertemuan Grup E hari Rabu (17/1) dinihari WIB.
Afrika Selatan sebenarnya mendapar peluang emas saat wasit Mesir, Mohamed Adel memberi hadiah penalti di menit 18. Namun penyerang tim berjuluk Bafana Bafana itu, Percy Tau gagal melaksanakan tugasnya, saat bola tendangannya melambung di atas mistar gawang kiper Djigui Diarra. Skor tetap 0-0 di babak pertama.
Mali kemudian meningkatkan tekanan setelah turun minum, mereka mencoba merubah permainan dengan mengandalkan adu fisik. Peluang pertama Amadou Haidara Masih membentur mistar sebelum Hamari Traore mencetak gol pembuka pada menit ke-60.

Lima menit kemudian, Lassine Sinayoko melepaskan tembakan mendatar melewati kaki kiper Ronwen Williams untuk menggandakan keunggulan skuad besutan Eric Chelle dan membuat mereka memegang kendali permainan dengan kuat.
Bafana Bafana mencoba bangkit pada akhir pertandingan tetapi tendangan bebas Themba Zwane masih terhalang tiang gawang sehingga tim asuhan Hugo Broos gagal meraih poin.
Kemenangan ini membuat Mali memuncaki Grup E dengan selisih gol dari Namibia, yang secara mengejutkan menundukkan Tunisia 1-0 pada laga sebelumnya.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos menyatakan bahwa kekalahan timnya di turnamen bertajuk resmi totalEnergies CAF 2023 itu dari Mali disebabkan kegagalan penalti di babak pertama serta permainan adu fisik dari Tim Mali.

“Performa Afrika Selatan bagus, dan saya pikir jika kami mencetak penalti, hasilnya akan lebih baik. (Tapi) mereka lebih mengandalkan fisik dibandingkan babak pertama. Inilah perbedaan utamanya. Kami kehilangan banyak bola dan sebagian besar karena kondisi fisik Mali lebih baik dari kami. Jadi di sinilah perbedaannya dan di sinilah Mali mampu mengubah permainan, bukan di level permainan sepak bola,” kata Broos.
“Pelatih Mali melihat apa yang harus dia lakukan, dan mereka lebih kuat dalam duel di babak kedua dan kami tidak bisa memainkan permainan kami lagi. Kami kehilangan bola di tempat yang seharusnya tidak hilang, tapi sekali lagi, menurut saya performanya bagus tapi tidak cukup bagus” pungkas Broos dengan sedih.
Laga berikutnya bagi Afrika Selatan adalah pertandingan sesama tim Afrika bagian Selatan kontra negara tetangga mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, Namibia.
Bentrokan kedua tim tersebut akan berlangsung pada hari Minggu (21/2) di Stadion Amadou Gon Coulibaly, kota Korhogo, pukul 20.00 waktu setempat. (cafonline/tje)












