MTU News
Beranda Headline Terkini WALHI Sumut: Kematian Satwa di Medan Zoo Memprihatinkan

WALHI Sumut: Kematian Satwa di Medan Zoo Memprihatinkan

Medan Zoo/Kebun Binatang Kota Medan,

Meda – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) melihat kondisi Medan Zoo kini kian memprihatinkan pasca terjadinya kasus kematian satwa di dalam kandang. Terhitung sejak bulan November hingga januari sudah ada 4 (empat) harimau yang mati.

Kematian 2 (dua) diantaranya harimau sumatera, dan 2 (dua) harimau bengala. Kematian harimau ini disinyalir karena penyakit yang sulit disembuhkan. Hal ini dipeparah karena keterbatasan anggaran, kondisi kandang, pakan dan sumber daya manusia (SDM) pada system pengelolaan Medan Zoo.

Direktur Walhi Sumut Rianda Purba menilai, Selasa (30/1/2024), Pemerintah kota Medan dalam hal mengelola satwa perlu dilihat dan dikaji kembali. Jika berkaca pada kamatian satwa kita harus melihat riwayat penyakit yang di alami satwa tersebut.

“pemerintah tidak beajar dari pengalaman kematian Harimau di Medan Zoo dan ada indikasi Pembiaran” kata Rianda.

Walhi Sumut menilai, dari peristiwa yang kesekian kali ini, patut bagi Pemerintah dalam hal ini pihak Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) untuk mengevaluasi total pengelolaan kebun Binatang Medan. Baru saja beberapa Bulan ini ada harimau mati, dan ini terjadi lagi.

Rianda melihat jika saat ini Medan Zoo tidak memliki tenaga kesehatan satwa yang memadai. KLHK harus menginvestigasi dan mengevaluasi total tata kelola Medan Zoo. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.31 tahun 2012 tentang Lembaga Konservasi bahwa syarat dari kebun binatang dia harus memiliki klinik, dia harus memiliki paramedis, dia harus memiliki persediaan obat, termasuk dia juga harus memiliki dokter hewan yang tetap dan berada di lokasi memantau perkembangan satwa. Dan ini tidak ada di Medan Zoo.

Selain itu Walhi Sumut meminta, Pemerintah harus terbuka kepada publik alasan kematian satwa liar dilindungi tersebut. Kita menganggap bahwa peristiwa ini sebagai sikap abai dan pembiaran untuk meningkatkan perawatan, pakan, serta segala fasilitas infrastruktur Medan Zoo. Kita mau mendengar Medan Zoo menjadi pusat pengetahuan terhadap satwa, bukan pemakaman satwa.

Langkah upaya yang memungkinkan adalah seluruh satwa direlokasi ke kebun binatang yang memungkinkan dan memadai untuk keberlangsungan hidup satwa tersebut. Aktivitas Medan Zoo ditutup sementara sembari melakukan upaya pembenahan dari pemerintah terkait.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan