MTU News
Beranda Pendidikan KWI Sambut Usul Kemenag Bentuk SMK Negeri Katolik

KWI Sambut Usul Kemenag Bentuk SMK Negeri Katolik

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subianto Bunjamin dan Sekretaris Jenderal KWI Paskalis Bruno Syukur menjawab pertanyaan media usai konferensi pers di Gedung KWI, Jakarta Pusat pada Jumat (17/5/2024). (ANTARA/Hana Kinarina)

KWI Sambut Usulan Kemenag Bentuk Sekolah Menengah Katolik Negeri

JAKARTA | MTUNews.com – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyambut baik usulan Kementerian Agama (Kemenag) mengenai pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri sebagai satuan pendidikan keagamaan Katolik yang dimiliki pemerintah.

Sekretaris Jenderal KWI Paskalis Bruno Syukur menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut, mengingat beberapa keuskupan telah mendirikan Sekolah Menengah Negeri Katolik, yang akan semakin menyempurnakan fasilitas pendidikan yang ada.

“Di beberapa keuskupan sebenarnya sudah berdiri Sekolah Menengah Negeri Katolik di beberapa tempat. Jadi, prinsipnya KWI tentu sangat mendukung program tersebut,” ujar Paskalis di Kantor KWI, Jakarta Pusat, Jumat.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa keuskupan sudah memiliki TK Katolik Negeri yang dikenal sebagai Taman Seminari.

Dengan adanya dukungan pemerintah melalui Kemenag, pihaknya yakin fasilitas pendidikan tersebut akan mendapat dukungan, baik dalam bentuk pembiayaan maupun peningkatan mutu melalui penyediaan guru-guru berkualitas.

“Jadi, kita siap untuk itu karena memang di beberapa tempat kita sudah mulai juga di tingkat TK yang disebut Taman Seminari. Kemudian di tingkat SMA ada juga kerja sama antara keuskupan dengan Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Katolik,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Kamis (16/5), Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya untuk segera membentuk Sekolah Menengah Katolik Negeri sebagai satuan pendidikan keagamaan Katolik yang dimiliki pemerintah.

“Pak Dirjen, saya minta segera diikhtiarkan, diusahakan, bagaimana kita memiliki Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri, karena itu penting,” kata Menag Yaqut dalam acara peluncuran Program Prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, Kamis.

Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut, menyatakan bahwa pendirian Sekolah Menengah Katolik Negeri merupakan bagian dari kontribusi negara sekaligus pertanda bahwa negara ini terlibat dalam pendidikan keagamaan, khususnya bagi umat Katolik.

“Kemarin kami mengadakan rapat tentang pengadaan CPNS, ada beberapa guru agama dari Islam dan Kristen untuk sekolah menengah. Tapi tidak ada Katolik, belum ada Sekolah Menengah Katolik Negeri,” ungkap Menag. (MS)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan