Kritik Terhadap KPUD Taput: Isu Pemahaman Administrasi Muncul Lagi
TAPANULI UTARA | MTUNews.com – Semenjak proses seleksi Badan Adhoc KPUD Tapanuli Utara untuk Pemilihan Bupat/Wakil Bupati dan Gubernur/Wakil Gubernur Serentak Tahun 2024, KPUD dibawah kepemimpinan Suwardy Pasaribu banyak disorot. Setelah proses rekrutmen PPK yang dinilai banyak kalangan “bermain mata”, kini KPUD disorot lagi karena mengeluarkan Surat Resmi mengenai Penetapan Hasil Ujian Tertulis dan Jadwal Ujian Wawancara untuk proses seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) Di Gunung Sitoli. “Gunung Sitoli, 19 Mei 2024”, bunyi surat pengumuman tersebut.
Sekretaris KPUD Tapanuli Utara ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa surat tersebut ditandatangani oleh Ketua KPUD Tapanuli Utara saat berdinas di Gunung Sitoli. “Iya,.. Ketua TTD waktu sedang perjalanan dinas ke Nias”, ujarnya melalui pesan singkat.
Menyikapi hal tersebut, Chompey Sibarani mengatakan bahwa sebaiknya jika pimpinan berdinas diluar daerah, maka pimpinan menugaskan salah seorang komisioner lainnya untuk menjadi pelaksana harian atau pelaksana tugas”.

Lebih lanjut, peserta seleksi PPK yang meraih peringkat 14 dari 14 peserta ini mengatakan bahwa jika semua komisioner berhalangan untuk bertugas sebagai pelaksana tugas, seharusnya sekretaris mengambil alih dengan mengatas namakan ketua. “Kan tidak mungkin Ketua Dinas Ke Jerman, maka kantor pindah ke Jerman. Kalau Ketua Dinas ke Jerusalem, maka kantor pindah ke Jerusalem.
Ketua KPUD Taput kelihatannya harus lebih banyak belajar menghargai, jangan bersifat otoriter dengan tidak mau mendelegasikan kepemimpinan, dan seperti memilih anggota PPK tanpa indikator penilaian yang jelas dan menghapus komentar netizen di media sosial karena mengkritik dirinya” ujar Chompey sambil memperlihatkan hasil CAT PPK yang menunjukkan namanya berada di peringkat 2 dari 14 peserta









