MTU News
Beranda Olahraga Kalah di Laga Perdana Eropa, Brighton Perlu Matangkan Tim

Kalah di Laga Perdana Eropa, Brighton Perlu Matangkan Tim

Joao Pedro /Skysports

MTUNews – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Manchester City menjadi jawara Liga Premier Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Namun tim terbaik musim lalu, yang turut diakui oleh Pep Guardiola adalah Brightin and Hove Albion. Dengan pemain seadanya klub milik Tony Bloom tersebut mampu menaklukkan tim-tim besar di EPL, finish di enam besar dan lolos ke Liga Europa.

Namun laga perdana mereka di pentas Eropa semalam tidak berjalan dengan mulus sebab tim besutan Roberto De Zerbi itu gagal mengamankan angka dan takluk 2-3 dari wakil Yunani, AEK Athens, Jumat (22/9)  dinihari WIB.

Kekalahan yang sangat disesali oleh sang manajer pelatih asal Italia itu karena seperti biasa “si Burung Camar” memegang kendali permainan selama 90 menit. Namun ketidakmatangan tim yang diturunkan dalam pertandingan tersebut masih menjadi Pe-eR bagi De Zerbi dan manajemen klub.

“Kami membuat dua kesalahan penting,” tegas De Zerbi. “Dua gol pertama dari set-piece (bola mati) tidak mampu diantisipasi, gol yang pertama justrus kami lupa menjaga siapa yang punya potensi mencetak gol, dan yang kedua timing sangat tidak pas, yah dua gol pertama yang membuat kami sangat tidak beruntung,” sesal sang pelatih.

“(Kesalahan) kedua yakni saat Joao Pedro lepas dari pengawalan di kotak penalti dan melepas tembakan, andai dia mengumpan ke Mitoma mungkin peluang lebih besar karena gawang sudah kosong ditinggal kiper,” tambah De Zerbi.

Sistem permainan The Seagulls masih tetap sama yakni penguasaan bola dan operan pendek dari kaki ke kaki, menciptakan ruang kosong di pertahanan lawan. Namun sayangnya tim yang ditampilkan De Zerbi bukanlah yang terbaik, meski tetap diperkuat gelandang serang Pascal Gross, winger Jepang Kaoru Mitoma dan Solly March yang bermain sedikit ke belakang.

Tapi adaptasi para punggawa baru Brighton jelas menjadi masalah dalam pertandingan kontra AEK Athens dinihari tadi. Tidak ada kapten Lewis Dunk di poros belakang, dan ciri khas dua poros lini tengah sedikit goyah selepas ditinggal Alexis Mac Allister dan Moses Caicedo. Penggantinya Simon Adingra baru masuk di menit 86 dan Mahmoud Dahoud serta Adam Lallana hanya memanaskan bangkus cadangan.

Sedangkan  Billy Gilmour meski mampu menguasai lini tengah namun sering kehilangan kedalaman posisi dan tidak mampu mengatur tempo. Alhasil gol ketiga AEK Athens tercipta dan 3 kartu kuning harus diterima masing-masing bek tuan rumah.

Sebenarnya De Zerbi tetap optimis bisa mengamankan poin di American Express Comunity Stadium usai Joao Pedro mampu mengeksekusi dua penalti yang menyamakan kedudukan. Namun seperti yang dikeluhkan sang pelatih, penyerang Brasil itu melakukan kesalahan fatal saat tidak mengumpan kepada Mitoma.

Hal yang sama juga disematkan kepada penyerang anyar mereka Ansu Fati yang kerap bermain sendiri dan membuang peluang di depan gawang.

“Saya rasa kami tidak menampilkan pengalaman yang benar untuk bermain di level kompetisi ini tapi kami sedang mengembangkan tim ini dan saya tetap bangga dengan penampilan tim, dengan semangat yang diberikan. Dan para pemain mungkin dapat pengalaman hari ini tentang sepakbola Eropa, dan yang paling penting bisa belajar dari kesalahan yang dibuat,” ujar De Zerbi.

Kekalahan tersebut untuk sementara menempatkan Brighton di dasar klasemen Grup B dan AEK Athens bertengger di puncak, sementara dua tim lainnya Ajax dan Marseille berbagi tempat usai seri 3-3.

Skuad De Zerbi punya kesempatan mematangkan tim mereka di kompetisi lolal, karena akan menghadapi tim yang memiliki permainan mirip dengan AEK Athens, AFC Bournemouth di pekan ke-6 EPL dan Chelsea di Piala Liga, sebelum menghadapi Aston Villa di pekan ke-7 Liga Inggris. (*/GHP)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan