Daftar isi:
[Sembunyikan]
[Tampilkan]
Seratusan hektare tanaman pertanian masyarakat di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan 1 rusak akibat bencana angin kencang disertai hujan es, Minggu (1/10) sore.
Kasubdid Kedaruratan BPBD Dairi Marulak Simangunsong, Senin (2/10) di Bangun 1 mengatakan, total luas lahan pertanian masyarakat rusak akibat bencana alam tersebut sekitar 166 hektare, tanaman padi dan jagung 60 hektare, hortikultura 100 hektare dan lahan tanaman keras seperti kopi dan jeruk seluas 6 hektare.
Lanjutnya, data dari Desa Bangun, belum direkap luasan tanaman yang terdampak angin kencang disertai hujan es.Sementara, total rumah rusak di Desa Bangun 1 sebanyak 99, dimana rusak berat sebanyak lima unit, rusak sedang sebanyak 10 unit dan rusak riangan sebanyak 84 unit.
Untuk Desa Bangun, total rumah yang rusak sebanyak 15 unit diantaranya sebanyak dua unit rusak sedang dan selebihnya rusak ringan.Kepala Desa Bangun 1, Arles Pakpahan menambahkan, beberapa pemilik rumah sudah melakukan perbaikan atap rusak akibat bencana tersebut.
Dia membenarkan sekitar 1,5 hektare padi gagal panen, akibat bencana angin kencang disertai hujan es. Katanya, musim panen di Desa Bangun 1, sudah hampir selesai.
“Kondisi sekarang, pemilik sawah tidak bisa memanen padinya, karena bulir padi sudah habis akibat hujan es,” ungkapnya.Kemudian, tanaman petani seperti jagung, cabai, kentang, tomat dan lainnya juga gagal panen. (Sumber:Hariansib.com/B3/c)