MTU News
Beranda Olahraga Shaktar Tunjukkan Kelemahan Barcelona

Shaktar Tunjukkan Kelemahan Barcelona

Danylo Sikan/ marca

Hamburg -Tim kuat Spanyol, Barcelona secara tidak terduga harus menelan kekalahan 0-1 dari Shakhtar Donetsk dalam lanjutan kompetisi Liga Champions grup H, Rabu (8/11) dinihari WIB. Gol Danylo Sikan pada menit 40 menjadi satu-satunya gol dalam laga tersebut, tetapi itu merupakan hasil dari serangkaian proses serangan Shakhtar yang mampu menunjukkan kelemahan tim asal Catalonia tersebut.

Kekalahan Barcelona melawan Shakhtar menimbulkan pertanyaan tentang arah tim ini bermain, meski mereka masih berpeluang lolos. Tim besutan Xavi itu kembali menampilkan performa datar, tanpa banyak menciptakan peluang, meski tetap menguasai lapangan seperti di San Sebastian. Satu-satunya pemain Barca yang menonjol justru kiper mereka, Marc-Andre ter Stegen yang sering menutup lubang di pertahanan timnya.

Andaikan Los Cules mampu lolos ke babak sistem gugur performa seperti yang mereka tunjukkan di Hamburg akan menjadi berbahaya bagi Ilkay Gundongan dan kawan-kawan. Padahal dalam pertandingan tersebut Xavi boleh dibilang menurunkan tim terbaiknya, untuk selekas mungkin mengamankan posisi di grup.

“Kami pantas kalah,” ujar pelatih Xavi Hernandez paska pertandingan.

“Kami harus jujur. Kami bermain buruk dan tidak ada rencana yang membuahkan hasil. “Tingkat penampilan kami sangat rendah saat ini. Ini adalah salah satu pertandingan terburuk dalam dua tahun saya bertugas. Kami harus kritis terhadap diri sendiri,” seru pelatih asal Spanyol itu.

Taktik tim asal Ukraina itu jelas: menunggu di belakang dan melakukan serangan balik dengan cepat pada peluang sekecil apa pun. Dan terjadilah peluang besar pertama di pertandingan ini ketika Matviyenko berhasil mendahului Ter Stegen, namun kiper Jerman itu kembali melakukan salah satu penyelamatan gemilangnya malam itu.

Sama seperti di San Sebastian Sabtu lalu. Blaugrana mencoba tendangan jarak jauh dari Ilkay Gundogan dan Raphinha, namun tidak menimbulkan bahaya nyata bagi tuan rumah.

Tim asuhan Marino Pusic merespons dengan gaya progresif dengan bola, bermain dari belakang di setiap kesempatan. Kadang-kadang terlihat seperti bunuh diri dengan kesalahan yang memaksa kiper Riznyk melakukan beberapa umpan berisiko untuk menghindari tekanan yang datang. Pertandingan sudah mendekati akhir babak pertama dan segalanya tampak menunjukkan bahwa pertandingan akan berakhir tanpa gol, namun ternyata tidak terjadi.

Pergerakan agresif tuan rumah lewat serangan balik cepat diakhiri dengan pergantian ruang ke Gochholeishvili dan umpan silang terukur dari Gochholeishvili sulit diantisipasi lini belakang Barcelona sehingga Sikan dengan tepat  mengarahkan bola ke gawang untuk menjadikan skor menjadi 1-0.

Babak kedua empat pergantian sekaligus dilakukan Xavi namun hal itu malah mempersulit diri mereka sendiri. Satu kesalahan antara Marcos Alonso dan Christensen memberikan peluang bagi Gochholeishvili untuk mengubah skor menjadi 2-0, namun Ter Stegen kembali mampu mencegahnya.

Kelemahan Barcelona kembali terekspos saat ter Stegen bahkan kembali harus melakukan penyelamatan penting dari upaya Sikan mencari gol berikutnya, dan skor 1-0 menunjukkan bahwa mereka cukup beruntung punya kiper sekaliber ter Stegen.

“Ada reaksi di babak kedua tapi itu tidak cukup. Kompetisi ini menuntut yang terbaik dan kami tidak melakukannya hari ini. Ini jelas sebuah langkah mundur,” ujar Xavi. “Kami marah. Kepercayaan diri menurun, kami berada dalam kondisi yang buruk dan (tim) perlu di setting ulang.”

Barcelona masih memimpin grup H dengan nilai 9, sama dengan yang dikumpulkan FC Porto di posisi kedua. Wakil portugal itu meraih kemenangan penting usai menundukkan Royal Antwerp 2-0 di di Stadion do Dragão. Sementara Shakhtar untuk sementara mengoleksi nilai 6 dan cukup mengancam kedua tim di atasnya. (marca/GHP)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan