Sterling Cemerlang, Chelsea Tahan Manchester City
London – Hujan gol terjadi di Stamford Bridge dalam laga bergengsi antara tuan rumah Chelsea vs Manchester City di pekan ke-12 Liga Premier Inggris, Minggu (12/11) malam WIB. Empat gol bagi masing-masing tim plus 7 kartu kuning dari saku wasit Anthony Taylor menggambarkan persaingan ketat dalam pertandingan tersebut.
Tuan rumah bermain lebih efektif meski statistik mencatat penguasaan bola antara kedua tim tidak berbeda jauh, tapi strategi 4-2-3-1 Mauricio Pochetino ternyata mampu membuat City tidak tampil dominan seperti biasanya. 5 gelandang Chelsea tampil begitu cair untuk menutup kelemahan striker mereka, Nikolas Jackson. Kredit khusus diberikan untuk Raheem Sterling yang penampilannya sangat cemerlang merepotkan lini tengah dan pertahanan Manchester City.
“Laga yang luarbiasa, menghadapi tim terbaik, menurutku terbaik di dunia, menyelesaikan pertandingannya sungguh luarbiasa, kredit untuk seluruh pemain, dan saya sangat senang kami terus berusaha, dan ini menjadi modal bagi pengalaman kami menunjukkan karakter,” jelasa pelatih Mauricio Pochettino

“Bisa menyelesaikan laga dengan hasil ini sangat luarbiasa,” tegasnya.
Tuan rumah lebih dulu menekan dengan pressing tinggi di tiga puluh menit pertama, dengan peran Enzo Fernandez dan Moises Caicedo begitu luarbiasa membantu penyerangan serta mengatur transisi bertahan. Ditopang Connor Gallagher dan Cole Palmer di depan mereka, lini tengah The Blues sukses mematikan Rodri, Julian Alvarez, dan Jeremy Doku. Praktis hanya Phil Foden yang sering membuka ruang bagi skuad Guardiola untuk mengancam lini pertahanan tuan rumah.
Namun City membuka gol lebih dulu di menit 25 melalui titik penalti setelah Erling Haaland sukses mengelabui wasit dengan aksi diving di kotak penalti. Tidak ada protes dari bench Chelsea dan Haaland berhasil mengeksekusi penalti tersebut.
Tuan rumah membalas empat menit kemudian melalui sundulan Thiago Silva yang memanfaatkan set-piece bola mati, bola diteruskan ke sudut gawang tanpa mampu diantisipasi kiper Ederson. Delapan menit berselang, giliran Sterling yang membawa Chelsea unggul atas mantan timnya tersebut. Gol bermula dari penguasaan Gallagher di luar kotak penalti, dengan tenang mengarahkan bola terobosan yang mampu disambut Reece James dan diteruskan oleh Sterling.

Tapi babak pertama berakhir dengan sama kuat 2-2 usai umpan Bernardo Silva disambut sundulan Manuel Akanji yang menembus gawang Robert Sanchez untuk kedua kalinya.
Dua menit usai turun minum Manchester City ganti memimpin atas lawannya itu saat lini tengah pasukan Pochettino belum terlalu rapi mengkoordinasikan permainan. Umpan terobosan Silva ke sisi kanan berhasil dikejar Phil Foden yang langsung melepas umpan tarik dan disambut dengan tepat oleh Haaland.
Namun kembali Chelsea mampu mengejar di menit 67 lewat sepakan bola rebound Nikolas Jackson yang cukup beruntung mampu mencetak gol dalam laga tersebut. Penyerang muda asal Senegal itu tampil kurang tajam sepanjang pertandingan dan banyak membuang peluang.
Pochettino cukup tahu batas kemampuan pemainnya dan mencoba menembus pertahanan City dari lini kedua, Fernandez diganti oleh Mykhailo Mudryk dan Caicedo juga ditarik keluar untuk memasukkan Malo Gusto. Nama terakhir hampir saja membobol gawang Ederson untuk keempat kalinya jika pemain muda Prancis itu lebih tenang dan tendangannya tidak melebar.

Kegagalan Jackson dan Gusto mengkonversi peluang emas harus dibayar mahal saat tendangan deras mendatar Rodri dari luar kotak penalti mengejutkan tuan rumah. Tapi semangat juang Thiago Silva dan kawan-kawan patut diberi pujian karena mereka terus mencoba membuka peluang dan menekan pertahanan tim juara bertahan itu.
Memasuki empat menit ‘injury time’ Rodri malah membuat Manchester City mendapat hukuman penalti setelah menjatuhkan pemain pengganti Armando Broja. Cole Palmer yang dipercaya sebagai eksekutor tidak membuang peluang tersebut dan membuat skor kembali sama kuat 4-4.
“Pertandingan yang luarbiasa melawan mantan klub,” ucap Palmer yang mencetak gol terakhir.
“Pertandingan yang bagus, kedua tim saling menyamakan angka seperti laga NBA saja, sayang kami sedikit kurang beruntung tapi bagus bagi kami mampu mengejar ketinggalan, kami mampu menunjukkan karakter,” jelas mantan pemain City itu.

Manchester City masih memimpin klasemen dengan nilai 28, namun posisi mereka jelas terancam oleh Arsenal dan Liverpool yang berada di bawahnya dan sama-sama mengumpulkan poin 27. Sedangkan Chelsea untuk sementara masuk di sepuluh besar dengan nilai 16. (skysports/GHP)












