Ibu dan Anak Terimpa Pohon, 1 Orang Tewas di Taput Saat Hujan Disertai Angin Puting Beliung
Tapanuli Utara – Ibu dan anak yang tengah melipat pakaian tertimpa pohon dirumahnya. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut). Sebatang pohon kemiri tumbang dan menimpa rumah yang mengakibatkan salah satu orang korban dilaporkan tewas.
Kapolsek Siborong-borong AKP Souit Purba mengatakan pada Rabu (6/12/2023), peristiwa itu terjadi di Desa Pahorboan, Kecamatan Pagaran kemarin sore. Adapun korban tewas itu, yakni Rianty Lumbantoruan (14), sedangkan ibu korban Sorna Sibarani (40) mengalami luka-luka.
“Korban Rianty mengalami luka parah. Setelah sempat di rawat, sekira pukul 21.00 WIB korban mengembuskan napas terakhir dan meninggal dunia, sedangkan ibunya sudah sehat karena hanya mengalami luka ringan,” kata Souit,
Kapolsek itu mengatakan awalnya korban dan ibunya tengah melipat pakaian di rumah mereka. Namun, hujan dan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut membuat pohon kemiri di belakang rumah mereka tumbang dan menimpa rumah korban.
“Ketika itu, istri pemilik rumah dan anaknya sedang berada di dalam rumah, di ruang tengah sedang melipat kain bersama-sama,” ungkapnya.
Seusai tertimpa, korban Sorna sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga. Tak lama, tetangga korban datang dan membantu keduanya dari timpaan pohon. Selanjutnya, kedua korban dilarikan ke RS Santa Lucia Siborong-borong. Namun, nahas, nyawa Rianty tidak bisa terselamatkan.
Soit Purba mengungkap, pohon tersebut tumbang karena hujan dan angin puting beliung yang terjadi di daerah itu. Pohon itu berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban. Namun, ukuran pohon yang cukup besar dan tinggi membuat pohon tumbang itu sampai menimpa rumah korban.
“Hasil Olah TKP dan keterangan saksi yang dihimpun di tempat kejadian, saat itu gerimis datang tiba-tiba angin puting beliung pun datang dengan kencang. Akibatnya pohon kemiri yang berada di belakang rumah itu pun menimpa rumah mereka hingga atapnya roboh sampai ke ruang tengah,” ujarnya.
Selain rumah korban, sekitar empat rumah warga lainnya juga menjadi korban angin puting beliung yang terjadi di wilayah tersebut.







