MTU News
Beranda Headline Terkini Kordinator BEM Sibolga-Tapanuli Tengah Nilai Oknum Ketua DPRD Tidak Bermoral

Kordinator BEM Sibolga-Tapanuli Tengah Nilai Oknum Ketua DPRD Tidak Bermoral

Irsan Palupi Sihaloho, Ketua BEM Sibolga-Tapanuli Tengah (Foto:Herianto Marpaung)

Sibolga-Irsan Palupi Sihaloho Kordinator BEM Sibolga-Tapanuli Tengah menyesalkan dugaan penamparan dan pengancaman yang dilakukan oknum Ketua DPRD Tapteng, terhadap mantan Presiden Mahasiswa STIT-Muhammadiyah Sibolga yang kini Menjabat Sebagai Sekretaris DPD KNPI Tapanuli Tengah.

Pernyataan itu disampaikan oleh aktifis mahasiswa tersebut kepada wartawan, Rabu (13/12) di Pandan.
Menurutnya, berdasarkan informasi bahwa Sekretaris DPD KNPI Tapanuli Tengah diduga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum Ketua DPRD Tapteng, di warung Mie Aceh Jeumpa, Jalan Padang Sidimpuan, Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, pada Selasa (12/12) sekitar pukul 20.30 wib.
“Saya mendapatkan informasi melalui media dan kawan kawan, bahwa senior kami Seketaris KNPI Tapteng Raju Firmanda Hutagalung diduga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum Ketua DPRD Tapteng, kemarin malam,” ujar Palupi.
Ia juga menyampaikan, bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa Lintas Sibolga-Tapanuli Tengah mendukung sikap yang diambil oleh Sekjend DPD KNPI Tapanuli Tengah yang telah melaporkan Oknum Ketua DPRD Tapanuli Tengah. Aktifis Mahasiswa itu meminta Polres Tapanuli Tengah untuk menjadikan hal ini sebagai atensi dan segera untuk di tindaklanjuti.
“Kami Badan Eksekutif Lintas Sibolga-Tapanuli Tengah mendukung langkah Hukum yang ditempuh oleh Sekjen KNPI Tapanuli Tengah.Hal  ini tidak bisa dibiarkan karena negara ini adalah negara hukum. Semua orang sama dimata hukum. Kami meminta Polres Tapanuli Tengah untuk menjadikan ini atensi hingga segera untuk di tindak lanjuti.”ujar Palupi
Palupi menyampaikan bahwa sebagai seorang Ketua DPRD harusnya mampu mencerminkan perilaku yang baik dan benar, bukan malah sebaliknya perlakuan yang tercela dan tidak terpuji.
“Inilah yang terjadi jika Jabatan Tanpa Ilmu dan iman, yang akan terjadi adalah kebablasan moral. Seharusnya sebagai Ketua DPRD mampu mencerminkan perilaku yang baik dan benar, bukan malah sebaliknya perlakuan yang tercela dan tidak terpuji.”tutupnya.
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan