MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis Rupiah Diprediksi Menguat di Kisaran Rp15.000 untuk Perdagangan Hari ini

Rupiah Diprediksi Menguat di Kisaran Rp15.000 untuk Perdagangan Hari ini

Ilustrasi/ Antara

Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ini naik 30 poin atau 0,20 persen menjadi Rp15.495 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.525 per dolar AS.

Dikutip dari Antara, analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (22/12) seiring menurunnya imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS)

“Rupiah hari ini diprediksi menguat di kisaran Rp15.000 per dolar AS hingga Rp15.500 per dolar AS,” kata Rully.

Salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah pada hari ini, menurut Rully akan dipengaruhi tren berlanjutnya penurunan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS di bawah 4 persen. Sementara itu sentimen lain muncul dari dalam negeri bahwa Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di 6 persen.

Suku bunga deposit facility juga dipertahankan sebesar 5,25 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,75 persen.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 6 persen tersebut tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Selain kebijakan yang pro-stability, kebijakan BI juga mendungkung langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024. Di sisi lain, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Perry mengatakan penguatan nilai tukar rupiah berlanjut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia dan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

Nilai tukar Rupiah pada 20 Desember 2023 menguat secara rata-rata sebesar 0,44 persen dibandingkan dengan perkembangan pada November 2023.

Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah menguat 0,37 persen dibandingkan dengan level akhir Desember 2022, lebih baik dibandingkan dengan Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand yang masing-masing tercatat melemah sebesar 0,05 persen, 0,53 persen, dan 0,85 persen. (*/tje)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan