10 Tentara Hilang, Yaman Ancam Balas AS
Teheran – Setelah Amerika Serikat (AS) mengklaim berhasil menenggelamkan tiga kapal di Laut Merah, angkatan bersenjata Yaman mengkonfirmasi bahwa 10 tentaranya hilang akibat diserang AS di wilayah tetsebut dan memperingatkan Washington akan menerima pembalasan serta berjanji untuk terus mendukung rakyat Palestina di Gaza.
Juru Bicara Militer Yaman Yahya Saree pada hari Minggu (31/12) waktu setempat mengatakan AS menyerang tiga kapalnya di Laut Merah sehingga menewaskan sepuluh tentara Yaman.
Seperti dilansir saluran TV Al-Masirah, Saree mengungkapkan kapal Yaman berada di Laut Merah untuk melakukan operasi militer terhadap kapal Maersk Hangzhou yang hendak menuju pelabuhan Palestina yang diduduki Israel.

Iran tidak pernah mengakui wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948 sebagai wilayah Israel.
Dia menjelaskan, kapal tersebut menjadi sasaran setelah awaknya tidak menanggapi peringatan tentara Yaman.
Saree mengimbau semua negara untuk tidak terseret ke dalam plot AS dan menekankan bahwa tindakan pasukan Amerika untuk melindungi kapal-kapal Israel di Laut Merah tidak akan menghentikan dukungan Yaman terhadap rakyat Gaza.

Sebelumnya pada hari Minggu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan helikopter dari dua kapal perang Amerika ditembak di kapal Yaman sebagai respons terhadap sinyal marabahaya dari kapal berbendera Singapura, Maersk Hangzhou.
Menurut CENTCOM, tiga kapal tenggelam dan sejumlah awak kapal tewas.
Angkatan bersenjata Yaman dalam beberapa pekan terakhir memang telah menyerang kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel di Laut Merah sebagai pembalasan atas tindakan mereka di Gaza.
Menurut jubir militer Yaman, serangan itu akan terus berlanjut sampai rezim menghentikan kejahatannya dan mengizinkan makanan dan obat-obatan masuk ke Gaza.

AS sendiri sebagai sekutu Israel, membentuk koalisi internasional untuk melawan ancaman tersebut. (*/tje)










