MTU News
Beranda Pembangunan Realisasi Anggaran IKN 2023 capai Rp26,7 T

Realisasi Anggaran IKN 2023 capai Rp26,7 T

Ilustrasi / ist

Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan akan rampung secara keseluruhan di tahun 2045. Namun untuk Tahap I termasuk bangunan kantor pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) rencananya akan selesai pada tahun 2024 ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi sementara anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun anggaran 2023 mencapai Rp26,7 triliun atau setara 97,6 persen dari pagu anggaran.

“IKN tahun ini (2023) kita belanjakan Rp26,7 triliun, anggaran total Rp27,4 triliun,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023 di Jakarta, Selasa (02/01) malam WIB.

Realisasi anggaran sebesar Rp26,7 triliun digunakan untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp24,3 triliun serta noninfrastruktur Rp3,0 triliun.

Dana yang dikeluarkan APBN ini didominasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp 23,8 triliun. Terutama, komplek dari istana, kawasan inti pemerintah pusat, tower rumah susun untuk ASN dan pertahanan keamanan.

Kemudian, duplikasi jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, serta penanganan banjir Sungai Sepaku dan pengendalian banjir DAS Sungai Sanggai, Pamaluan, Saluang, dan Tengin.

Sementara anggaran klaster non-infrastruktur digunakan untuk koordinasi dan penyiapan pemindahan, perencanaan pemindahan ke IKN, rekomendasi kebijakan pada kementerian/lembaga (K/L), dukungan pengamanan Polri, operasional Otorita IKN (OIKN), serta kegiatan pemetaan, pemantauan, dan evaluasi.

Adapun total alokasi anggaran IKN dari tahun anggaran 2022 hingga 2024 adalah sebesar Rp72,8 triliun.

Dengan rincian realisasi anggaran pada 2022 sebesar Rp5,5 triliun, realisasi sementara 2023 sebesar Rp26,7 triliun, dan alokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp40,6 triliun.

“Anggaran 2024 terutama digunakan untuk basic infrastruktur hingga IKN-nya bisa terbangun,” ujar Sri Mulyani.

Di sisi lain, anggaran pembangunan IKN dari non-APBN ditargetkan mencapai 80 persen. OIKN optimistis target tersebut akan tercapai, terutama dari investor yang menanamkan modal jangka panjang.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mencatatkan peningkatan realisasi peminatan investasi. Pada tahun 2023, sebanyak 23 investor pelopor dari dalam negeri telah melaksanakan groundbreaking di IKN dengan investasi non-APBN dengan nilai sekitar Rp41 triliun. (Antara/GHP)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan