2 Orang Anak Laki Laki Menjadi Korban Pelecehan di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat
Langkat – Dua orang anak laki-laki berusia belasan menjadi korban pelecehan seksual ZS (33), aksi bejat itu dilakukan pelaku di rumah dinas Wakil Bupati Langkat di Jalan Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). di rumah dinas Wakil Bupati Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Terduga pelaku berinisial ZS (33).
Pelecehan seksual yang dialami korban terjadi pada November 2023, bertepatan dengan event kebudayaan. Terduga pelaku disebut salah seorang pemilik Yayasan Perguruan di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Hal ini disampaian oleh salah seorang orang tua korban, Kamis (4/1/2024).
“Kejadiannya saat momen kegiatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pendopo Jentera Malaya pada akhir November kemarin,” ujar salah seorang orang tua korban.
Saat itu salah seorang korban diajak ZS yang diduga sebagai konten kreator ini untuk hadir dalam event dan menginap di rumah dinas Wakil Bupati Langkat. Di sana korban pun sempat mandi.
Tak disangka ZS mengikuti dan merekam korban saat mandi. ZS lalu disebut memaksa korban untuk melakukan oral seks.
Sementara satu orang anak lelaki lainnya yang menjadi korban bahkan mendapatkan perlakuan lebih mengerikan. Terduga pelaku memaksa korban melakukan oral dan juga menyodomi korban.
Kasus ini belakangan terungkap oleh keluarga korban dan membuat laporan ke Polres Langkat. Laporan ini tertuang dalam STPL/B/667/XII/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 16 Desember 2023.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedi Mirza menyampaikan, Kamis (4/1/2024), ia mengatakan kedua korban berusia sekitar 12 tahun. Ada pun laporan terkait kejadian yang dialami korban telah dibuat ke Polres Langkat.
Dalam waktu dekat, menurut dia, akan ada penetapan tersangka. Namun, diakuinya pelaku masih belum ditangkap.
“Ini sudah mau tahap penetapan tersangka. Pastinya pelaku akan diburu,” sebutnya.
Di samping itu, ia menyampaikan korban dalam keadaan traumatik sampai saat ini masih didampingi oleh pihaknya dan instansi terkait lainnya. Misalnya dengan melakukan trauma healing.







