Cadangan Devisa Indonesia Naik, Rupiah Malah Melemah
Jakarta – Sempat naik 13 poin di pembukaan perdagangan hari ini, mata uang RI Rupiah ditutup melemah, Senin (8/1). Pada penutupan perdagangan Senin, rupiah menurun 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp15.526 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.516 per dolar AS, meski sempat membaik di kisaran Rp15.503.
Sentimen global yakni spekulasi mengenai suku bungan The Fed tetap menjadi isu negatif meski Bank Indonesia hari ini mengumumkan kenaikan data cadangan devisa Desember 2023.
Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat sebesar 146,4 miliar dolar AS, naik dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2023 sebesar 138,1 miliar dolar AS.

Menurut Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto, seperti yang dilansir dari Antara mengatakan bahwa kenaikan posisi cadangan devisa itu antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Dari dalam negeri, kami lihat kondisi ekonomi masih cukup baik, meski ada kecenderungan melambat,” kata Rully.
Selain itu, Rully menuturkan pergerakan rupiah pada awal pekan ini cenderung tertekan, lebih disebabkan oleh sentimen global.

indeks dolar AS index (DXY) cenderung menguat, dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari ekspektasi.
Indeks dolar AS per Jumat (5/1) berada di level 102,1, menguat 1,1 persen dari penutupan akhir tahun 2023. (*/tje)










