Untuk akhiri Serangan, Presiden Israel Tuntut Pembebasan Sandera dan Penjaminan Keselamatan Rakyat Israel
Jenewa – Serangan Israel ke Gaza telah menyebabkan 85% penduduk wilayah kantung Palestina tersebut telah mengungsi. Meskipun semakin banyak bantuan yang masuk ke Gaza, kepala kemanusiaan PBB menggambarkan situasi ini sebagai situasi yang “tidak dapat ditoleransi.”
Israel mendapat tekanan internasional yang makin besar untuk mempertimbangkan gencatan senjata atau jeda di Gaza, karena besarnya penderitaan warga sipil.
Presiden Israel Isaac Herzog pada Kamis (18/1) waktu setempat menuntut dibebaskannya para sandera yang ditawan di Jalur Gaza dan menjamin keselamatan rakyat Israel untuk mengakhiri serangan Tel Aviv terhadap wilayah kantung Palestina.

“Untuk mengubah keadaan, kita perlu mendapatkan kembali para sandera. Kita harus mencegah teror terulang kembali, dan kita harus bergerak menuju normalisasi di kawasan ini,” tegas Presiden Herzog di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
“Rakyat Israel kehilangan kepercayaan dalam proses perdamaian ini, karena mereka dapat melihat bahwa teror dimuliakan oleh tetangga kami,” sebut Herzog, menambahkan bahwa warga di Israel ingin mengetahui sebuah serangan yang serupa dengan serangan yang terjadi pada 7 Oktober oleh kelompok Palestina Hamas tidak akan terjadi lagi.
Lebih jauh lagi Presiden Herzog mengungkapkan, Israel tidak hanya memerangi Hamas, dan mengatakan bahwa hal ini menunjukkan Iran sebagai sumber semua kejahatan.
“Ada sebuah kerajaan jahat yang muncul dari Teheran yang menghabiskan miliaran dolar untuk membeli senjata…untuk menggagalkan stabilitas kawasan dan dunia,” kata Herzog.

“Dan hal ini perlu diatasi dengan koalisi yang sangat kuat,” tegasnya.
Presiden Israel itu mengatakan Hamas harus ditumbangkan untuk “masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.
Lebih lanjut Presiden Israel mengklaim bahwa negaranya berperang untuk “seluruh dunia”, dan dan menegaskan bahwa Eropa dan Amerika Serikat “akan menjadi target berikutnya” jika bukan karena Tel Aviv.
Isaac Herzog juga mengecam tuduhan kasus genosida yang sedang berlangsung yang dilontarkan terhadap negaranya oleh Afrika Selatan di Mahkamah Internasional di Den Haag, dan menyebut gugatan tersebut ‘keterlaluan’.

Sementara mengenai solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina, Herzog mengatakan masalah keamanan warga Israel harus diatasi terlebih dahulu.
Adapun sekitar 240 orang ditangkap oleh Hamas dalam serangkaian penggerebekan di Israel selatan pada 7 Oktober lalu, dan saat ini lebih dari 132 sandera diperkirakan masih ditahan di Gaza. Sementara itu 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Menurut PBB, 85 persen penduduk Gaza telah menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur. (*/tje)













