Kongo Hentikan Keberuntungan Pharaos
San Pedro – Republik Demokratik Kongo menyingkirkan Mesir dari TotalEnergies CAF Piala Afrika 2023 setelah menang 8-7 pada babak adu penalti di putaran 16 besar.
Stade Laurent Pokou menjadi saksi bagaimana The Pharaohs harus berjuang keras sepanjang 120 menit laga dimainkan. Namun keberuntungan mereka akhirnya harus terhenti saat penjaga gawang Mohamed Gabaski mengambil tendangan penalti ke-8 saat skor tos-tosan sama kuat 7-7.
Kongo unggul terlebih dahulu di menit 37 lewat gol Meschack Elia. Penyerang Les Leopard’s itu menyundul bola dari kotak enam yard untuk mencetak gol pembuka pertandingan.

Tertinggal 0-1, The Pharaohs menunjukkan kekompakannya dengan membalas keunggulan Kongo di babak pertama.
Skuad Rui Vitoria tersebut mendapat hadiah penalti setelah wasit melihat tayangan VAR. Penyerang Mostafa Mohamed tidak melakukan kesalahan saat ia mengkonversikan tendangan penalti ke sudut kanan atas kiper Lionel Mpasi-Nzau.
Juara tujuh kali itu kemudian malah mampu mendominasi babak kedua namun mereka kesulitan membongkar pertahanan tangguh Kongo.
Pertandingan akhirnya berlanjut ke perpanjangan waktu, ini menjadi laga pertama yang harus memainkan babak tambahan pada turnamen di Pantai Gading itu.

Mesir harus bermain dengan 10 pemain di perpanjangan waktu setelah Hamdi Mohamed dikeluarkan dari lapangan menyusul kartu kuning keduanya dalam pertandingan tersebut.
Ketertinggalan jumlah pemain tidak menghalangi Mesir untuk menekan dan menciptakan peluang. Tapi skor tetap tidak berubah 1-1 hingga babak tambahan usai.
Pertandingan berlanjut ke adu penalti dan Mesir gagal dua kali dari titik penalti, Mostafa Mohamed dan kiper Gabaski keduanya gagal melakukan tendangan mereka, sementara Arthur Masuaku menjadi satu-satunya pemain Kongo yang gagal melakukan tugasnya sebagai penendang penalti.
Republik Demokratik Kongo menang adu penalti 8-7 dan melaju ke perempat final.

“Saya sangat bangga dengan para pemain saya. Kami punya strategi untuk membendung tim ini, tapi kami bermain terlalu rendah di babak pertama,” seru Desabre, pelatih Republik Demokratik Kongo.
“Saya mengubahnya setelah itu dan kami bermain lebih baik. Kami menderita, tapi saya pikir Mesir juga menderita,” ungkap Sebastien Desabre.
The Pharaohs sudah dua kali gagal lolos dari Babak 16 Besar dalam tiga upaya sebelumnya. Sedangkan bagi Republik Demokratik Kongo ini merupakan pencapaian setelah tersingkir di pertandingan sistem gugur pertama mereka dalam dua penampilan sebelumnya (2019 dan 2017).
Pasukan Sebastien Desabre kini akan menghadapi Guinea di babak 8 besar yang di 16 besar mengalahkan Guinea Ekuatorial 1-0. (cafonline/tje)













