MTU News
Beranda Daerah Netizen Curigai Komisioner KPU Taput Usai Pernyataan Wakil DPR

Netizen Curigai Komisioner KPU Taput Usai Pernyataan Wakil DPR

KPU Tapanuli Utara, Jalan S.M. Simanjutak, No. 2, Kawasan Pasar Baru, Tarutung, Indonesia, North Sumatra

TAPANULI UTARA | MTUNews.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang mengatakan bahwa sebanyak 70% Komisioner KPU Se-Indonesia “Tidak Layak Pakai” Hal tersebut dikatakan Junimart dalam rapat Komisi II DPR RI dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 15/5/2024).

Rijon Manalu, Mantan Korwil GMKI Wilayah I Sumatera Utara menyampaikan sependapat dengan Junimart terkait kualitas dan integritas para komisioner KPU secara khusus KPU Tapanuli Utara. Rijon menyampaikan bahwa 4 dari 5 orang Komisioner KPU Tapanuli Utara tidak jelas latar belakang pengalaman kepemiluannya.

“Jika komisioner tidak memahami kepemiluan maka potensi masalah besar didepan mata. Bahkan proses rekrutmen badan Adhoc di lingkungan KPU Tapanuli Utara penuh dengan aroma transaksional hingga pengkondisian kelompok tertentu tanpa melihat kualifikasi dan kualitas para panitia adhok yang dipilih” Ujar mantan Ketua PPK 2 periode ini mengakhiri.

Salah seorang perwakilan peserta seleksi PPK yang merasa Komisioner KPU Tapanuli Utara tidak profesional juga mengatakan bahwa Komisioner KPU Tapanuli Utara adalah bagian yang disebut Junimart.

“Tentu kita legowo menerima kekalahan. Tetapi apa pantas di ujian wawancara yang tidak berbobot itu menyebabkan peserta-peserta yang memiliki peringkat tinggi di hasil CAT tersingkir?” ujarnya kepada media.

Menurutnya dugaan itu bukan tidak beralasan, sampai sekarang Ketua KPU Tapanuli Utara belum menjawab pertanyaan wartawan yang dikirimkan lebih dari seminggu lalu mengenai indikator penilaian dalam proses wawancara yang menumbangkan pemilik nilai CAT tertinggi di beberapa kecamatan dan terkesan otoriter dengan menutup saluran telepon pribadinya yang diduga menggunakan aplikasi pihak ketiga juga menutup saluran komentar dan menghapus komentar yang bermuatan protes di media sosial milik KPU Tapanuli Utara. (Choms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan