KPU Taput Hapus dan Blokir Komentar Netizen
TAPANULI UTARA | MTUNews.com – Protes dan kekecewaan peserta seleksi Badan Adhoc KPU Tapanuli Utara kelihatannya masih membara. Terpantau dari media sosial resmi milik KPU beberapa protes dan kekecewaan diungkapkan di kolom komentar postingan-postingan yang ada. Namun beberapa saat kemudian komentar-komentar lenyap dan kolom komentar ditutup bahkan KPU Tapanuli Utara memblokir akun-akun yang melayangkan protes.
Paida Tambunan, seorang peserta seleksi PPS asal Purbatua menyebut, sesaat setelah memberikan komentar ianya di blokir oleh KPU Tapanuli Utara dari Media Sosialnya. Pemilik nilai tertinggi se Kecamatan Purbatua ini protes keras atas hasil keputusan para komisioner yang dinilainya mengesampingkan moral, etika, dan rasa keadilan. “Saya pikir para Komisioner ini menganggap KPU itu miliknya sehingga berbuat sesukanya”, ujar Paida. Lebih lanjut Paida menekankan bahwa para komisioner tidak mempertimbangkan Pancasila, UUD 1945, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017.
Hal senada juga dikatakan pemilik akun Sostenes. Sesaat setelah ia mengomentari postingan di media sosial milik KPU Tapanuli Utara tersebut, komentarnya hilang dan kolom komentar ditutup dan bahkan ia langsung di blokir. “KPU Tapanuli Utara nampaknya cepat, tanggap, dan sigap selama 24 jam stand by di media sosial. Soalnya saya mengirim komentar itu hampir tengah malam”, keluhnya kepada media. “Cobalah mengkritik kinerja Komisioner KPU Kabupaten Tapanuli Utara di bagian kolom komentar postingan mereka, segera beberapa saat komentar anda akan lenyap dan kolom komentar segera ditutup. Jika dalam batas kewajaran, mereka hanya akan membatasi anda dari penyebutan, tetapi jika sangat keras, mereka akan memblokir anda 😃😃😝😝😝. Oh iya, jangan lupa sesaat setelah memberi komentar di SS terlebih dahulu, agar ada barang bukti
#KPUTaput_cepat_tanggap_sigap”, unggahnya di Media Sosial

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Aliansi Pengamat Pemilu untuk Wilayah Tapanuli Utara, Victor Lumbantobing menyayangkan hal tersebut. “Kelihatan sekali para komisioner ini anti kritik. Ingat kawan, KPU itu bukan milikmu pribadi”, ujar Victor. Lebih lanjut ia menerangkan bahwa seharusnya KPU Tapanuli Utara menerima kritik dan saran, serta menjawab seluruh protes yang dilayangkan Netizen atas kebijakan dan keputusan yang ada, bukan malah menutup diri. “Seakan ada yang disembunyikan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan”, timpal Viktor. (Choms)








