Ade Rosda menyebutkan bahwa Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Sumut tidak menerima surat pemberitahuan terkait pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tersebut, yang juga tidak dihadiri oleh perwakilan dari DPW Srikandi Sumut. “Rakercab yang dilaksanakan Srikandi Pemuda Pancasila Tapanuli Utara jelas melanggar AD/ART organisasi. Tidak ada pemberitahuan resmi dan tanpa kehadiran DPW, sehingga kegiatan ini tidak sah,” tegas Ade Rosda.
Sebagai tindak lanjut dari pelanggaran tersebut, Ade Rosda menyatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi organisasi terhadap Ketua DPC Srikandi Taput, Maya, yang dianggap bertanggung jawab. “Kami akan memberlakukan sanksi organisasi berupa pembekuan pengurus Srikandi Tapanuli Utara,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Tapanuli Utara, Maradong Tobing, mengaku tidak mengetahui adanya pelaksanaan Raker Srikandi Taput tersebut. Ia menegaskan bahwa secara organisasi, setiap rapat kerja harus diberitahukan secara tertulis dan harus dihadiri oleh MPC PP Taput. “Secara resmi, kami tidak menerima pemberitahuan apa pun mengenai rapat kerja itu, dan MPC PP Taput tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur organisasi,” ujar Maradong.
Maradong Tobing juga menambahkan bahwa setelah mendengar adanya rapat kerja tersebut, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan Ketua Srikandi Sumut Ade Rosda dan Ketua BP2C, Roy Nainggolan. Ia menegaskan kembali komitmen MPC PP Taput untuk mendukung dan memenangkan pasangan Jonius Taripar Hutabarat dan Deni Lumbantoruan (JTP-DENS) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara.
“Kami teguh pada keputusan Rapat Kerja MPC PP Taput tanggal 20 September 2024 yang menetapkan seluruh pengurus dan kader Pemuda Pancasila wajib mendukung pasangan calon JTP-DENS,” tegas Maradong.
Dalam kaitannya dengan pembekuan Srikandi Taput, Maradong meminta kepada seluruh pengurus agar tidak menggunakan seragam Pemuda Pancasila dalam acara yang mendukung pasangan calon lain selain JTP-DENS, sesuai dengan keputusan organisasi. “Kita sudah memiliki keputusan tegas, jadi jangan ada yang memakai seragam Pemuda Pancasila untuk mendukung calon lain,” tegasnya.
Maradong juga menegaskan bahwa nama Satika Simamora, yang dikabarkan menjadi salah satu pembina di kepengurusan Srikandi Taput, tidak pernah tercatat dalam struktur resmi organisasi. (Jufri Panjaitan)