MTU News
Beranda Nasional Ompung Luhut Binsar Pandjaitan: Kunci Dua Era Pemerintahan

Ompung Luhut Binsar Pandjaitan: Kunci Dua Era Pemerintahan

Luhut Binsar Pandjaitan, Jokowi, dan Prabowo Subianto (Pool/Birosetpres/Muchlis Jr)

JAKARTA || MTUNews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, sehari setelah pelantikannya sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Pelantikan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional berlangsung bersamaan dengan pelantikan Menteri Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10), sementara pengangkatan sebagai Penasihat Khusus dilakukan pada Selasa (22/10).

Luhut menjadi satu-satunya pejabat yang dilantik dua kali dalam jabatan berbeda sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden. Hal ini mencerminkan kepercayaan besar yang diberikan Presiden Prabowo terhadap Luhut, terutama dalam peran strategisnya di bidang ekonomi dan teknologi pemerintahan, termasuk pengalaman panjangnya sejak pemerintahan sebelumnya.

Pengalaman dan keahlian Luhut di bidang ekonomi dan digitalisasi dianggap krusial dalam membantu pemerintah menghadapi tantangan global, serta mempercepat proses transformasi digital di sektor publik.

Sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut bertanggung jawab merumuskan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat. Sementara, sebagai Penasihat Khusus, ia memiliki peran penting dalam memberikan masukan terkait percepatan digitalisasi pemerintahan dan investasi teknologi.

Rekam jejak karier Luhut yang panjang dan berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya menunjukkan kepercayaan yang terus diberikan oleh pemimpin negara terhadap kemampuannya dalam menangani isu-isu penting di berbagai bidang, baik ekonomi, politik, maupun teknologi.

Profil Luhut Binsar Pandjaitan:

Luhut Binsar Pandjaitan, Jenderal TNI (Purn.), lahir di Simargala, Huta Namora Silaen, Toba Samosir, pada 28 September 1947. Sejak usia muda, ia telah menunjukkan potensi kepemimpinan yang gemilang. Di masa sekolah menengahnya di SMA Penabur Bandung, Luhut aktif di organisasi dan menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), yang berperan dalam menentang Orde Lama dan PKI.

Pada tahun 1967, Luhut masuk Akademi Militer Angkatan Darat dan lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 1970, menerima penghargaan Adhi Makayasa. Karier militernya dimulai di Kopassus, di mana ia menjabat berbagai posisi penting dan turut mendirikan Detasemen Penanggulangan Teror. Luhut mencapai pangkat bintang tiga saat menjadi Komandan Pendidikan dan Latihan TNI AD (1997-1999).

Di luar militer, Luhut juga memiliki pengalaman diplomatik sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura (1999-2000) dan menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001) di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada tahun 2004, Luhut merintis usaha di bidang energi dan pertambangan melalui PT Toba Sejahtera. Di dunia politik, ia sempat bergabung dengan Partai Golkar dan menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan sebelum mengundurkan diri untuk mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2014.

Di era Jokowi, Luhut menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (2014) sebelum diangkat menjadi Menko Polhukam (2015) dan kemudian Menko Maritim dan Investasi pada Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).

Setelah masa jabatannya berakhir, Luhut sempat menyatakan keinginan untuk lebih fokus pada peran penasihat, namun akhirnya menerima dua jabatan strategis di era Presiden Prabowo Subianto: sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan. (Win-Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan