Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel Ebenezer, yang turut hadir, mengungkap bahwa Kapolri secara tegas menyoroti perlunya internalisasi integritas di tubuh lembaga, terutama untuk mencegah oknum-oknum yang terlibat korupsi. “Kapolri bicara soal banyaknya oknum, artinya dia siap mengungkap masalah di internalnya,” ujar Noel.
Menurut Noel, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menyampaikan pernyataan yang lebih tegas, menyatakan akan mempidanakan siapa pun di internal Kejaksaan Agung yang terbukti korupsi. “Beliau menyebut ada banyak masalah di dalam yang akhirnya harus ia tindak hingga berujung pemidanaan,” tambahnya.
Komitmen dari Kapolri dan Jaksa Agung tersebut, menurut Noel, memperlihatkan semangat kuat untuk membersihkan lembaga dari praktik korupsi. Noel juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan analogi tegas, “Ikan itu kalau busuk dari kepala, artinya pembersihan harus dimulai dari pimpinan.”
Noel menekankan bahwa pemimpin berintegritas, seperti Prabowo Subianto, akan menjadi teladan kuat bagi seluruh jajaran pemerintahan. “Pemimpin yang punya komitmen terhadap politik nilai akan mendorong langkah konkret dalam pencegahan korupsi, demi mewujudkan sistem yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Retret Kabinet ini juga menghadirkan pembicara dari BPKP yang menyoroti strategi pengawasan untuk memperkuat akuntabilitas di semua lembaga pemerintah. (Win-Red)