Luhut Khawatir AI Ancam Peran Manusia
JAKARTA || MTUNews.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pandangannya tentang tantangan yang muncul dari pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum. Dalam forum “Penguatan Transformasi Tata Kelola dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” di Kantor LAN, Jakarta, Luhut mengingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, teknologi dapat menggeser peran manusia, termasuk dalam pemerintahan.
Luhut mengutip pengalamannya menonton program televisi 60 Minutes, yang membahas potensi AI untuk melampaui kecerdasan manusia. “Mereka bertanya, bagaimana 10 tahun lagi? Jika robot benar-benar lebih cerdas dari manusia, apa yang akan terjadi? Misalnya, Kementerian Keuangan atau Ditjen Pajak semua beralih ke robotik. Ini perlu dipikirkan,” ujar Luhut.
Selain itu, Luhut membagikan pengalamannya mengikuti Quantum Gathering di Bali, yang membahas komputasi kuantum sebagai teknologi masa depan yang mampu menyelesaikan masalah kompleks dengan kecepatan luar biasa. Namun, ia menekankan bahwa masyarakat perlu berhati-hati agar tidak tertinggal dari segi efisiensi.

Di tengah disrupsi teknologi, Luhut tetap optimis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Ia menyebut inflasi rendah (1,55% pada November 2024), utang negara yang terkendali (38,68% dari PDB), dan stabilitas politik sebagai modal besar untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi hingga 5,3%. Meski demikian, ia menyoroti tantangan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang masih tinggi di angka 6,8.
“Kita memiliki banyak modal besar, seperti inflasi rendah, rasio utang terkendali, dan pemerintahan yang stabil. Ini adalah fondasi untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Luhut juga menekankan pentingnya kepemimpinan inklusif. Menurutnya, pemimpin harus mampu melibatkan tim secara aktif untuk mencapai tujuan bersama. “Saya tidak pernah mengklaim keberhasilan itu hanya milik saya. Prestasi adalah hasil kerja tim. Ketika tim merasa memiliki, mereka juga akan menjaga keberhasilan itu,” pungkasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 1,55% pada November 2024, dengan kontribusi terbesar dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau (1,68%). Sementara itu, teknologi kuantum dan AI disebut Luhut sebagai alat yang harus digunakan secara bijak agar memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia. (Red)










