“Penunjukan Mayjen TNI Novi Helmy sebagai Dirut Bulog merupakan bagian dari kerja sama strategis antara TNI dan BUMN, yang didasarkan pada Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Hariyanto saat dikonfirmasi, Senin (10/2).
Meski demikian, Hariyanto tidak merinci isi kerja sama dalam MoU tersebut. Ia menambahkan bahwa selain berdasarkan kesepakatan antara TNI dan BUMN, Novi Helmy dipilih karena pengalamannya dalam pembinaan Babinsa serta jaringan luas yang dimilikinya, yang dinilai dapat membantu Bulog menjalankan program ketahanan pangan nasional.
“Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah menyetujui permintaan tersebut setelah mempertimbangkan aspek strategis dan kontribusi yang dapat diberikan oleh Mayjen TNI Novi Helmy di Bulog,” tambah Hariyanto.
TNI berharap dengan kepemimpinan Novi Helmy, Bulog dapat lebih optimal dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “TNI selalu mendukung kebijakan yang berorientasi pada kepentingan nasional, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional,” tegasnya.
Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Dirut Perum Bulog melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025. Novi Helmy sebelumnya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI dan kini akan memimpin Bulog bersama Direktur Keuangan Hendra Susanto.
Selain direksi, jajaran Dewan Pengawas Perum Bulog juga mengalami perubahan. Berdasarkan SK Nomor: SK-29/MBU/02/2025, Wicipto Setiadi digantikan oleh Verdianto Iskandar Bitticaca, seorang purnawirawan Polri yang terakhir menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. (red-win)