Polda Metro Jaya Kerahkan 365 Personel Amankan Demo Ojol
JAKARTA || MTUNews.com – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 365 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh para pengemudi ojek daring, taksi daring, dan kurir daring di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa sebanyak 365 personel gabungan telah disiapkan untuk menjaga kelancaran aksi. Pihak kepolisian juga menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi, meskipun pemberlakuannya bersifat situasional sesuai dengan kondisi lapangan.
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, namun kami mengingatkan agar aksi ini dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Ade Ary dalam keterangannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik, menghindari perusakan, dan memperhatikan kebersihan lingkungan selama aksi berlangsung.

Polda Metro Jaya juga mengimbau para peserta aksi untuk tidak meninggalkan sampah sembarangan setelah demonstrasi selesai dan untuk tetap menjaga ketertiban.
Antisipasi Kemacetan
Pihak kepolisian mengingatkan para pengguna jalan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar Kementerian Ketenagakerjaan dan disarankan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Petugas lalu lintas akan dikerahkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas tetap lancar.
Kooperatif dan Hindari Provokasi

Ade Ary juga mengimbau peserta aksi untuk selalu bersikap kooperatif dengan aparat keamanan dan mengikuti instruksi yang diberikan. Ia mengingatkan agar massa tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu. Jika ada indikasi provokasi atau tindakan mencurigakan, peserta diminta segera melaporkannya kepada petugas di lapangan.
Polda Metro Jaya juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain selama aksi berlangsung. Dalam situasi darurat, koordinasi dengan petugas keamanan harus dilakukan segera untuk memastikan keselamatan semua pihak.
Tuntutan Para Pengemudi
Sebelumnya, beredar pamflet seruan aksi dari para pengemudi ojek online (ojol), kurir, dan taksi online yang menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka menuntut janji terkait Tunjangan Hari Raya (THR), mengeluhkan potongan pendapatan, serta meminta agar pihak aplikator menghapus layanan slot dan aceng (argo goceng) atau tarif khusus bagi pengemudi pemula. (red-win)












