MTU News
Beranda Daerah Presiden Tunjuk Wali Kota terpilih Jadi Kepala BP Batam

Presiden Tunjuk Wali Kota terpilih Jadi Kepala BP Batam

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyerahkan surat rekomendasi kepada pasangan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra untuk maju pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam 2024 di Batam, Minggu (4/8/2024). Istimewa Foto

BATAM || MTUNews.com – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menunjuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, sebagai ex-officio Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2025, yang merupakan perubahan ketiga dari PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. PP tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden pada 22 Januari 2025.

Amsakar Achmad menyatakan bahwa penunjukan tersebut merupakan kebijakan langsung dari Presiden Prabowo dan diyakini telah melalui berbagai pertimbangan strategis.

“Semua itu terpulang kepada kebijakan Pak Presiden karena kita yakin beliau pasti mempertimbangkan dari berbagai aspek dalam persoalan keberlanjutan ex-officio atau berhentinya ex-officio itu,” kata Amsakar di Batam, Senin (17/2).

Ia menambahkan bahwa implementasi dari peraturan ini masih dalam tahap proses dan belum ada agenda pelantikan resmi. Namun, pihaknya siap menjalankan amanah tersebut demi kepentingan pembangunan dan investasi di Batam.

“Tindak lanjut atas PP ini tentu saja masih berproses. Karena ini baru salinan yang terdistribusi. Belum ada proses pelantikan, belum ada proses bagaimana struktur kelembagaannya. Yang penting sekarang kebijakan ini sudah dikeluarkan, dan kami siap untuk melaksanakan serta menyukseskan kebijakan itu,” ujarnya.

Amsakar berharap dengan kebijakan ex-officio ini, tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

“Sekarang sudah ex-officio, diharapkan tidak ada overlapping agar kebijakan tetap sejalan,” lanjutnya.

Terkait investasi, Amsakar menegaskan bahwa hal ini akan menjadi salah satu prioritas utama. Dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi di Batam menunjukkan tren yang positif, tetapi masih relatif berimbang antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Idealnya, sebagai kawasan perdagangan bebas (FTZ), kita harus lebih banyak menarik PMA karena substansi utama FTZ adalah insentif fiskal untuk mendorong investasi asing yang lebih besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amsakar menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 bisa mencapai delapan persen, meningkat dari 7,4 persen pada 2024.

“Bila perlu, kita tembus dua digit. Ini membutuhkan kolaborasi dan pemikiran kolektif dari berbagai pihak, baik internal BP Batam, kementerian terkait, maupun kebijakan Pak Presiden. Semua harus sejalan agar kebijakan yang dibuat benar-benar selaras dengan harapan Jakarta,” pungkasnya. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan