MTU News
Beranda Daerah Truk Terjun ke Sungai, 15 Tewas – Polda Riau: Harusnya Angkut Barang

Truk Terjun ke Sungai, 15 Tewas – Polda Riau: Harusnya Angkut Barang

Petugas mengevakuasi mobil colt diesel yang terjun ke Sungai Segati saat membawa 32 pekerja HTI di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau Minggu (23/2/2025).

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    PELALAWAN || MTUNews.com – Sebuah truk Colt Diesel milik PT Empat Ras Bersaudara (ERB) yang mengangkut 32 orang mengalami kecelakaan tragis di Sungai Segati, kawasan konsesi PT Nusa Wana Raya, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Sabtu (22/2) pukul 11.00 WIB.

    Peristiwa ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, termasuk sopir truk yang ditemukan tewas terjebak dalam kabin di dasar sungai. Sementara itu, 17 penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

    Kronologi Kecelakaan

    Truk tersebut, yang sehari-hari digunakan untuk mengangkut pekerja PT ERB—subkontraktor PT Nusa Wana Raya (NWR), sebuah perusahaan akasia pemasok kayu ke APRIL Group—mengalami kecelakaan setelah menabrak dinding jembatan besi dan terjun ke sungai.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, truk tersebut telah dimodifikasi dengan bangku menempel di bak belakang serta dilengkapi atap besi yang kini terlepas akibat kecelakaan. Saat kejadian, truk mengangkut 32 penumpang, termasuk 9 anak-anak dan ibu-ibu.

    Penyelidikan Dugaan Penyalahgunaan Truk

    Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, menyatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki dugaan penyalahgunaan truk yang digunakan sebagai kendaraan pengangkut penumpang, meskipun seharusnya hanya digunakan untuk angkutan barang.

    “Truk ini seharusnya mengangkut barang, bukan manusia. Kami akan mendalami siapa yang bertanggung jawab atas modifikasi ini,” ujar Taufiq.

    Pihak Satlantas Polres Pelalawan telah diminta untuk memeriksa kondisi truk serta mencari tahu siapa yang terlibat dalam perubahan fungsi kendaraan ini. Penyelidikan akan mencakup pemanggilan pihak yang melakukan modifikasi serta pihak yang memberikan instruksi penggunaan truk tersebut untuk mengangkut pekerja.

    Operasi SAR Berhasil Evakuasi Seluruh Korban

    Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan berlangsung selama tiga hari, dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri, dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas II Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi.

    “Tim gabungan telah menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dari 32 penumpang, 15 orang meninggal dunia, sementara 17 orang lainnya selamat,” ujar Kapolda Riau.

    Tim SAR menghadapi tantangan berat akibat kondisi sungai yang keruh dan arus deras. Berbagai peralatan digunakan dalam operasi ini, termasuk perahu karet, peralatan selam, dan alat berat untuk mengangkat truk dari dasar sungai.

    Korban Meninggal Dunia

    Korban yang ditemukan meninggal dunia adalah:

    1. Triyanti Hia (3 tahun)
    2. Key (4 tahun)
    3. Mei Putri Cahaya Lase (4 tahun)
    4. Maranatha Zendrato (33 tahun) – Sopir truk
    5. Solina Waruwu (30 tahun)
    6. Yanuarman Hulu (3 tahun)
    7. Yusmidar Zendrato (38 tahun)
    8. Yasani Zebua (32 tahun)
    9. Setia Murni Wati Laia (31 tahun)
    10. Eferius Hia (36 tahun)
    11. Wildan Zebuah (5 tahun)
    12. Ciras Natalia (6 tahun)
    13. Noel (7 tahun)
    14. Arman Mendrofa (7 tahun)
    15. Aknel (7 tahun)

    Semua korban meninggal dunia berasal dari Mes/Barak PT ERB di Desa Segati.

    Korban Selamat

    Sebanyak 17 penumpang berhasil selamat, yaitu:

    1. Dameria Laoli (34 tahun)
    2. Yantonius Hulu (23 tahun)
    3. Taogomano Mendrofa (46 tahun)
    4. Jelisman Mendrofa (22 tahun)
    5. Arkian Zebua (28 tahun)
    6. Efriniwati Zai (24 tahun)
    7. Otonius Hulu (27 tahun)
    8. Yerniati Lahagu (26 tahun)
    9. Novayanti Lase (31 tahun)
    10. Febri (7 tahun)
    11. Fentis (6 tahun)
    12. Wian (7 tahun)
    13. Julius Hulu (23 tahun)
    14. Boala (25 tahun)
    15. Budiman Hulu (35 tahun)
    16. Roslina Nduru (43 tahun)
    17. Melianus Hulu (26 tahun)

    Penyebab Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

    Kecelakaan ini diduga terjadi karena sopir, Maranatha Zendrato (33 tahun), mengantuk saat mengemudikan truk. Dia ditemukan dalam kondisi tewas di dalam kabin truk setelah kendaraan berhasil dievakuasi dari sungai.

    Polda Riau menegaskan akan terus menyelidiki kejadian ini untuk memastikan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam penggunaan truk sebagai angkutan manusia. Jika ditemukan adanya kesalahan, pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (red-win)

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan