“Ada Presiden SBY, siapa tahu ada Presiden AHY,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat menutup Kongres VI DPP Partai Demokrat di Jakarta, Selasa malam.
Dalam acara tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat AHY duduk diapit oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Prabowo kemudian menyinggung potensi persaingan politik di masa depan di antara tokoh-tokoh yang hadir.
“Sekarang duduk berdampingan, nanti bisa bersaing ini dua orang ini,” kata Prabowo tanpa menyebut secara spesifik siapa yang dimaksud.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa persaingan dalam politik adalah hal yang wajar dan dapat berujung pada kolaborasi. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang pernah dua kali dikalahkan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam pemilihan presiden, sebelum akhirnya diajak bergabung dalam pemerintahan.
“Pak Jokowi mengalahkan saya dua kali. Iya kan? Aku dikalahkan, tapi beliau ajak saya masuk, masuk juga gue, eh sorry, masuk juga saya. Maaf Pak SBY,” ujar Prabowo dengan nada bercanda.
Pidato Prabowo ini disampaikan di hadapan kader dan pengurus Partai Demokrat, jajaran ketua umum partai politik, serta pimpinan lembaga eksekutif dan legislatif yang hadir dalam penutupan Kongres VI Partai Demokrat. Turut hadir di lokasi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Pidato ini menambah spekulasi politik ke depan, terutama terkait kemungkinan AHY mencalonkan diri sebagai pemimpin nasional, serta dinamika politik yang akan terjadi dalam pemerintahan mendatang. (red-win)