“Kalau ingin sistem berubah dan kebijakan benar-benar mewakili masyarakat, maka harus ada yang berani masuk politik,” ujar Rahayu dalam diskusi Vanita Naraya bertajuk “Politik Parlemen dan Pemajuan Kepentingan Kelompok Rentan” di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu.
Menurutnya, perjuangan terhadap isu kesetaraan gender, inklusivitas, dan kepentingan kelompok rentan bisa dilakukan tanpa terjun ke politik. Namun, jika ingin mengubah kebijakan secara langsung, politik menjadi jalan utama.
Lebih lanjut, Rahayu menekankan bahwa seseorang harus maju dalam pemilihan legislatif (pileg) untuk bisa masuk ke DPR. “Untuk bisa maju pileg, harus melalui partai politik karena sistem kita tidak memungkinkan calon independen,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang tidak setuju dengan sistem yang ada, ia menyarankan untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. “Kalau ingin mengubah kebijakan dan sistem, ya harus masuk dulu ke dalamnya dan memiliki kekuatan untuk membuat perubahan,” tegasnya.
Rahayu juga menyoroti bahwa tidak semua ambisi politik negatif. Ia mencontohkan bahwa jika seseorang berambisi memperoleh kekuasaan untuk memperjuangkan kesetaraan gender atau isu sosial lainnya, itu merupakan hal yang baik.
“Jangan membenci politisi yang berusaha melakukan yang terbaik dalam sistem yang ada. Don’t hate the players, hate the game,” pungkasnya. (red-win)