Profil Iptu Lusiyanto, Kapolsek Gugur saat Gerebek Judi
WAY KANAN || MTUNews.com – Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, gugur dalam tugas saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam bersama dua anggota lainnya di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Senin (17/3/2025). Ia tewas akibat luka tembak di bagian kepala yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Profil Singkat Iptu Lusiyanto
Iptu Lusiyanto merupakan perwira pertama Polri berpangkat Inspektur Satu (Iptu) yang lahir pada 5 Juni 1972 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Pria berdarah Jawa ini mengabdikan hidupnya dalam kepolisian dan terakhir menjabat sebagai Kapolsek Negara Batin, Polres Way Kanan, Polda Lampung. Ia telah menduduki jabatan tersebut selama lebih dari satu tahun dua bulan, sejak 11 Desember 2023.
Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto pernah memimpin Polsek Semaka di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Selama bertugas di sana, ia menangani berbagai kasus, mulai dari identifikasi mayat seorang petani yang ditemukan di bawah pohon bambu, penyitaan mobil berpelat ganda yang diduga hasil curian, kasus anjing liar yang mengamuk dan menggigit tiga anak, hingga penangkapan pelaku percobaan pencurian di Pekon Pardawaras.

Sebagai anggota Polri yang bergelar Sarjana Hukum, Lusiyanto dikenal sebagai sosok yang tegas namun dekat dengan masyarakat. Kematian tragisnya dalam tugas menegakkan hukum meninggalkan duka mendalam, baik di lingkungan kepolisian maupun masyarakat setempat.
Reaksi Masyarakat dan Tuntutan Keadilan
Kabar gugurnya Iptu Lusiyanto disambut duka mendalam oleh warga Kecamatan Negara Batin. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa terlihat terpasang di berbagai sudut kampung sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
Seorang warga setempat, Amsini, mengenang sosok Lusiyanto sebagai pemimpin yang baik dan ramah.
“Almarhum orangnya baik dan dekat dengan masyarakat. Kami semua sangat kehilangan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Facebook Polisi Way Kanan.
Selain itu, masyarakat juga menuntut keadilan atas peristiwa tragis ini. “Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya,” tambahnya.

Kronologi Penembakan
Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, insiden ini terjadi saat 17 personel Polres Way Kanan mendatangi lokasi perjudian sabung ayam. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), mereka tiba-tiba diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal. Akibatnya, tiga anggota polisi gugur, yaitu:
- Iptu Lusiyanto (Kapolsek Negara Batin)
- Bripka Petrus
- Bripda Ghalib
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku penembakan ini dan menindak tegas jaringan perjudian ilegal yang menjadi akar permasalahan di wilayah tersebut.
Gugurnya Iptu Lusiyanto dalam tugas merupakan pengorbanan besar bagi penegakan hukum di Indonesia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarganya diberikan ketabahan. (red-ms)











