Waspada! Gelombang Tinggi Ancam Merak-Bakauheni
MERAK || MTUNews.com – Gelombang tinggi dan angin kencang berpotensi melanda perairan Selat Sunda, termasuk rute penyeberangan Merak-Bakauheni, pada Sabtu (29/3/2025) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik dan operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini sejak tiga hari lalu. BMKG juga berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut.
“Kami telah memberikan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi sejak tiga hari lalu,” ujar Dwikorita dalam keterangan pers di Cilegon, Banten.

Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh Siklon Tropis Courtney yang terdeteksi di barat daya Selat Sunda. Meski badai tersebut menjauhi Indonesia, dampak tidak langsungnya menyebabkan gelombang setinggi 2,5 meter dan peningkatan kecepatan angin hingga 20 knot.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini level 2 sebanyak tiga kali pada Jumat malam. “Level 2 ini menunjukkan kecepatan angin berkisar antara 15 hingga 20 knot, yang bisa berdampak pada keselamatan pelayaran,” jelas Dwikorita.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT ASDP Indonesia Ferry untuk memastikan keamanan penyeberangan selama kondisi cuaca ekstrem.
Dwikorita menambahkan bahwa potensi gelombang tinggi dan angin kencang masih akan berlangsung hingga Minggu (30/3/2025). “Kami berharap kondisi ini segera membaik setelah besok, karena badai tropisnya semakin menjauh,” tutupnya. (red-win)










