MTU News
Beranda Info Luhut: Copot Gibran? Kampungan!

Luhut: Copot Gibran? Kampungan!

Foto: Luhut Binsar Pandjaitan ketika diwawancarai VOA di Washington DC, 13 April 2023. (VOA/Eva Mazrieva)

JAKARTA || MTUNews.com – Purnawirawan TNI Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi tegas isu desakan pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut bahwa pihak-pihak yang mendorong agar Gibran dicopot dari jabatannya bersikap tidak bijak dan “kampungan”.

“Ah itu apasih. Kita itu harus kompak, gitu aja sekarang. Ini keadaan dunia begini, ribut-ribut begitu kan kampungan itu,” ujar Luhut saat ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Ia menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa seharusnya fokus pada upaya mendukung pemerintahan yang baru terbentuk agar dapat bekerja secara maksimal. “Kita harus fokus bagaimana mendukung pemerintahan dengan baik,” tambahnya.

Desakan agar Gibran dicopot dari jabatan Wapres sebelumnya disuarakan oleh sejumlah purnawirawan TNI, salah satunya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Pernyataan Try menjadi sorotan karena muncul bersamaan dengan mutasi jabatan putranya, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, dari posisi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kondisi tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan publik bahwa mutasi Letjen Kunto merupakan bentuk pembalasan atas sikap politik ayahnya. Namun, pihak TNI secara resmi membantah adanya keterkaitan antara mutasi tersebut dengan pernyataan Try Sutrisno.

Tak lama setelah polemik berkembang, mutasi Letjen Kunto pun dianulir. Ia kembali dipastikan tetap menjabat sebagai Pangkogabwilhan I.

Luhut pun merespons isu ini dengan menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan TNI adalah hal yang lumrah dan tidak perlu ditarik ke ranah politik. “Ah, enggak ada gitu-gituan. Itu kan bisa aja terjadi. Enggak ada hal yang aneh-aneh kok itu,” ujarnya.

Dengan nada menenangkan, Luhut mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam narasi yang menciptakan kegaduhan politik. Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan. (red-MS)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan