Peninjauan dimulai dari Desa Sianting Anting, Kecamatan Pangururan, sebagai titik awal jalur bypass yang direncanakan sepanjang 18 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi rute Sianting Anting–Sait Nihuta–Lumban Pinggol–Huta Tinggi–Sabungan Nihuta–Hutanamora, dan berujung di Jalan Nasional kawasan Desa Rianiate.
Wakil Bupati turut didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan SDM Rudi SM. Siahaan, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas PUTR Rudimanto Limbong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Camat Pangururan Robintang Naibaho, serta para kepala desa dan perangkat dari wilayah terdampak seperti Desa Sianting Anting dan Sait Nihuta.
Dalam pantauan di lapangan, alat berat dari Dinas PUTR telah mulai bekerja membuka jalur existing. Kepala Dinas PUTR Rudimanto Limbong menyebutkan bahwa pembukaan jalan tahap awal menargetkan capaian penuh sepanjang 18 kilometer hingga tembus ke Rianiate. “Saat ini kita dalam tahap pembukaan jalur, dan target kita adalah tersambung hingga ke Rianiate,” ujarnya.
Wakil Bupati Ariston menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat, khususnya dalam pembebasan lahan. Ia meminta semua pihak yang terlibat untuk memberi sosialisasi yang bijak dan menyentuh hati masyarakat tentang pentingnya pembangunan ini bagi masa depan bersama.
“Jalan bypass ini bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga membuka akses dan meningkatkan nilai ekonomi, khususnya di sektor pertanian. Masyarakat akan lebih mudah menjual hasil tani, waktu tempuh jadi lebih singkat,” ujar Ariston.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar lebar jalan dapat mencapai 5 hingga 6 meter guna mengantisipasi perkembangan ke depan. “Minimal 5 meter, tapi kalau bisa sampai 6 meter atau lebih tentu akan lebih baik. Kami berharap masyarakat bersedia melepaskan sebagian lahannya demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Pembangunan Jalan Bypass Pangururan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan mempercepat distribusi hasil pertanian, pariwisata, serta aktivitas ekonomi lainnya di kawasan pusat kota dan sekitarnya. (red-DIKS-MS)