Keluarga Intimidasi Dokter, Berakhir Minta Maaf
MUSI BANYUASIN || MTUNews.com – Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dr. Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengalami intimidasi dan pengancaman dari keluarga pasien. Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/8) di ruang perawatan rumah sakit, saat dr. Syahpri tengah memberikan layanan medis.
Menurut keterangan dr. Syahpri, keluarga pasien memaksa dirinya membuka masker ketika sedang melayani pasien. Padahal, sesuai prosedur, tenaga kesehatan diwajibkan menggunakan masker di dalam ruangan perawatan. “Saya dipaksa membuka masker, namun di ruangan perawatan hal itu tidak diperbolehkan. Saya sudah melaksanakan pelayanan sesuai prosedur dan memberikan yang terbaik untuk pasien,” ujarnya, Kamis (14/8).
Video berdurasi 1 menit 5 detik yang merekam kejadian itu viral di media sosial. Dalam rekaman, keluarga pasien tampak emosi dan memaksa dr. Syahpri membuka masker di hadapan pasien wanita yang sedang terbaring. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh dr. Syahpri ke pihak kepolisian.

Diketahui, dr. Syahpri adalah dokter subspesialis ginjal dan hipertensi di RSUD Sekayu. Gelar tersebut ia raih melalui pendidikan panjang dan pelatihan khusus, menjadikannya salah satu tenaga medis berpengalaman di Sumatera Selatan.
Dilansir dari berbagai sumber, dr. Syahpri Putra Wangsa dikenal sebagai dokter spesialis penyakit dalam dengan fokus keahlian di bidang ginjal dan hipertensi.
Latar belakang pendidikan dan gelar profesional:
-
Sp.PD: Spesialis Penyakit Dalam

-
K-GH: Konsultan Ginjal dan Hipertensi
-
FINASIM: Fellow of Indonesian Society of Internal Medicine, gelar tertinggi di bidang penyakit dalam di Indonesia
Riwayat karier:
-
2015–2017: Internis di RSUD Sungai Lilin

-
2016–sekarang: Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sekayu
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sriwijaya. Selain praktik medis, ia aktif menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan talkshow kesehatan, terutama seputar nefrologi dan penyakit ginjal.
Usai kejadian, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memfasilitasi mediasi antara pihak keluarga pasien dan dr. Syahpri. Dalam pertemuan itu, keluarga pasien menyampaikan permintaan maaf. “Kami sudah meminta maaf. Saat itu saya terbawa emosi, tetapi kami kaget ketika video tersebut diviralkan seolah-olah kami melakukan kekerasan kepada dokter,” kata Putra, salah satu anggota keluarga pasien. (red-jeconiah)













