Purbaya Yudhi Sadewa dan Perang Melawan Perampokan SDA
JAKARTA || MTUNews.com – Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa (PYS) bukanlah rotasi kabinet biasa. Sri Mulyani dikenal sebagai teknokrat kelas dunia, simbol disiplin fiskal, sekaligus wajah Indonesia di mata internasional. Tidak heran jika kepergiannya menimbulkan guncangan psikologis di pasar keuangan.
Namun, Purbaya hadir dengan pendekatan berbeda. Banyak kalangan menilai pernyataannya kerap terdengar arogan. Meski demikian, di balik gaya komunikasinya yang tegas terdapat strategi politik dan ekonomi. Menggantikan figur sekelas Sri Mulyani bukan tugas ringan. Ia menyadari, tanpa menunjukkan keyakinan penuh sejak awal, dirinya bisa segera dicap lemah dan menjadi bulan-bulanan opini publik.
Lebih jauh, Purbaya tidak sekadar bicara fiskal dalam arti sempit. Ia menyoroti akar persoalan ekonomi Indonesia: perampokan sumber daya alam (SDA) yang berlangsung sistematis selama puluhan tahun. Ia menegaskan aparat bea cukai dan oknum yang bermain dalam ekspor-impor harus diberantas.

“Fiskal dengan pajak tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dihentikan adalah praktik under-invoicing, manipulasi ekspor, dan penyelundupan hasil bumi,” tegasnya.
Praktik tersebut, katanya, sederhana tetapi menghancurkan. Misalnya, ekspor 10 juta ton dilaporkan hanya 5 juta ton. Setengah hasil bumi hilang dari catatan resmi, devisa negara bocor ke luar negeri, dan uang disembunyikan lewat under-reporting sebelum dipindahkan ke Singapura atau negara lain. Negara dirugikan triliunan rupiah, sementara rakyat dipaksa menanggung beban pajak yang makin berat.
Purbaya meyakini, jika kebocoran itu bisa dihentikan, penerimaan negara akan melonjak tanpa harus menaikkan pungutan dari masyarakat. Untuk itu, ia meminta dukungan penuh dari Presiden, karena tanpa restu politik tertinggi, mustahil memberantas mafia ekspor-impor yang dilindungi jaringan oligarki dan penguasa daerah.
Langkah keras Purbaya diyakini akan menimbulkan banyak musuh. Oligarki yang selama ini diuntungkan tentu tidak akan tinggal diam. Namun, jika strategi ini berhasil, hasilnya jelas: kekayaan alam Indonesia benar-benar kembali ke rakyat, bukan dikuasai segelintir elite.

Dengan demikian, gaya bicara keras bukanlah inti persoalan. Substansi sesungguhnya adalah perang melawan perampokan SDA. Inilah momentum menegakkan kedaulatan ekonomi nasional. Purbaya sedang mempertaruhkan reputasi dan kariernya, dan ia sadar betul risikonya. Tetapi jika tekad itu membuahkan hasil, sejarah bisa mencatatnya sebagai menteri yang berhasil mengembalikan kekayaan bangsa ke pangkuan rakyat.
Sumber: Facebook Peter F. Gontha










