MTU News
Beranda Ephorus Luhut Dorong Kekompakan dan Solusi Lahan untuk Pekerja TPL

Luhut Dorong Kekompakan dan Solusi Lahan untuk Pekerja TPL

Foto: Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST berfoto bersama Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan di kantor DEN Jakarta.

JAKARTA || MTUNews.com – Pertemuan kembali digelar antara sejumlah tokoh masyarakat Tapanuli dengan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam kesempatan tersebut, Luhut tampak sehat dan penuh semangat, memberikan dorongan moral serta penegasan mengenai pentingnya kekompakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Luhut berulang kali menekankan bahwa kekompakan — baik sesama halak hita maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara — menjadi kunci dalam menghadapi tantangan. “Dengan kekompakan, gunung persoalan pun bisa kita pindahkan bersama. Tanpa kekompakan, persoalan kecil pun bisa membesar dan memecah belah,” ujarnya.

Solusi untuk Pekerja TPL: Lahan 2 Hektare per Keluarga Sangat Dimungkinkan

Salah satu isu yang kembali diangkat dalam pertemuan tersebut adalah masa depan pekerja serta masyarakat yang menggantungkan hidup pada PT Toba Pulp Lestari (TPL), apabila skenario penutupan perusahaan terjadi. Sebagai bentuk kepedulian, pihak yang hadir mengajukan kembali pertanyaan yang selama ini kerap disuarakan: mungkinkah pemerintah menyediakan lahan, misalnya dua hektare per keluarga, sebagai solusi kehidupan yang adil dan bermartabat?

Menanggapi hal itu, Luhut menyampaikan jawaban yang menumbuhkan harapan. Ia menyatakan bahwa pemberian lahan tersebut sangat mungkin diwujudkan. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa lahan dapat diberikan dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM), tidak boleh diperjualbelikan, namun dapat diwariskan kepada keturunan. Konsep ini dinilai sebagai langkah yang manusiawi dan memberi jalan hidup baru bagi masyarakat yang berpotensi kehilangan mata pencaharian.

Model Pembagian Lahan: Adil, Berkelanjutan, dan Berorientasi pada Kesejahteraan

Usulan yang berkembang dalam pertemuan tersebut menggambarkan skema pemanfaatan lahan seluas sekitar 160.000 hektare — yang tentu membutuhkan kajian serta keputusan pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak. Pembagian lahan yang diusulkan antara lain:

  1. Hutan Lindung
    Area ini harus diprioritaskan untuk program penanaman kembali (reboisasi) agar ekosistem sungai pulih, serta risiko banjir dan tanah longsor dapat ditekan.

  2. Tanah Ulayat atau Hutan Adat
    Masyarakat adat yang telah menetap ratusan tahun di wilayah tertentu harus mendapatkan pengakuan dan kejelasan hukum terkait tanah ulayat mereka, sesuai peraturan yang berlaku.

  3. Lahan untuk Masyarakat Terdampak TPL
    Sebagian kawasan dapat dialokasikan untuk masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada aktivitas perusahaan. Distribusi lahan ini diharapkan menjadi sumber kehidupan baru dan meningkatkan kesejahteraan.

Dalam rencana ini, pendampingan profesional menjadi keharusan agar masyarakat tidak sekadar menerima lahan, tetapi mampu mengelolanya secara produktif. Hal ini dipandang penting agar program benar-benar memberi dampak kesejahteraan, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

Tanpa Kepentingan Pribadi

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa gagasan ini bukan untuk kepentingan pribadi. “Untuk saya tidak usah satu meter pun,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa jika Tuhan berkenan, masa pensiunnya kelak akan dijalani di luar Tapanuli — bukan karena tidak mencintai Bonapasogit, tetapi karena hingga kini ia sendiri tidak memiliki sebidang tanah di wilayah tersebut.

Harapan Baru untuk Masa Depan Masyarakat dan Lingkungan

Keseluruhan gagasan yang muncul dari pertemuan ini mencerminkan sebuah upaya besar untuk mencari solusi menyeluruh: alam tetap lestari, masyarakat adat memperoleh haknya, dan mereka yang terancam kehilangan pekerjaan memperoleh jalan hidup baru. Dengan semangat kekompakan yang terus ditekankan Luhut, harapan itu kini semakin terbuka. (red-MS)

sumber: https://www.facebook.com/victor.tinambunan

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan