MTU News
Beranda Artikel Diabetes: Warisan atau Kebiasaan?

Diabetes: Warisan atau Kebiasaan?

Foto: Ilustrasi alat tes gula darah yang digunakan untuk memantau kondisi diabetes.

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Pertanyaan seperti “Kalau orang tua saya kena diabetes, berarti saya pasti kena juga?” kerap muncul dan membuat banyak orang merasa pasrah terhadap kondisi kesehatannya. Namun, para ahli menegaskan bahwa faktor genetik bukanlah penentu tunggal dalam risiko diabetes.

Secara ilmiah, keturunan memang berperan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko diabetes tipe 2 meningkat pada seseorang yang memiliki orang tua dengan riwayat penyakit tersebut. Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes mencatat, risiko seseorang dapat meningkat hingga tiga kali lipat apabila salah satu orang tua menderita diabetes. Jika kedua orang tua memiliki riwayat serupa, risikonya dapat melonjak hingga enam kali lipat.

Meski demikian, faktor keturunan bukanlah kepastian. Para peneliti menegaskan bahwa perubahan gaya hidup memiliki dampak besar dalam menurunkan risiko penyakit ini. Lebih dari 90 persen kasus diabetes tipe 2 disebut dapat dicegah melalui pola hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok.

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 550.000 partisipan di Asia juga menunjukkan hasil signifikan. Individu dengan risiko genetik tinggi tetapi menerapkan gaya hidup sehat—aktif bergerak, tidak merokok, menjaga berat badan, dan mengonsumsi makanan bergizi—memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 sekitar 57 persen lebih rendah dibandingkan mereka dengan gaya hidup tidak sehat.

Sebaliknya, mereka yang menjalani pola hidup pasif, sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi, atau mengalami kelebihan berat badan tetap berpotensi tinggi mengalami diabetes, terlepas dari faktor genetik.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa meski gen diturunkan, pilihan gaya hidup tetap menjadi penentu utama. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai memperbaiki pola makan, mengurangi konsumsi gula berlebih, meningkatkan aktivitas fisik, serta menjaga berat badan ideal.

Sejumlah produk pengganti gula juga kini tersedia sebagai alternatif, seperti Tropicana Slim Sweetener Diabtx yang tidak mengandung kalori dan dilengkapi mineral kromium untuk membantu kerja hormon insulin dalam mengontrol kadar gula darah.

Pesan utamanya, kendati gen tidak dapat diubah, gaya hidup dapat dikendalikan — dan perubahan kecil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. (red-Jeconiah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan